Dapat Stok Energi dari Rusia & Prancis, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

1 week ago 6

Jumat, 17 April 2026 - 13:42 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan, harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto usai melakukan lawatan ke Rusia dan Prancis beberapa waktu lalu.

Stabilitas harga BBM subsidi menurutnya masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang tetap terjaga. Hal itu karena pasokan solar, bensin, dan LPG di Tanah Air, saat ini berada di atas standar minimum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"InsyaAllah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," kata Bahlil dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri)

Photo :

  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Kebijakan itu diakui Bahlil menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak oleh fluktuasi harga energi. Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan.

Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.

"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP. Tapi kalau sampai dengan US$100 (per barel) itu sudah aman BBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari US$77 (per barel). Jadi kita itu baru split US$7," ujar Bahlil.

Sementara dari sisi pasokan, Bahlil mengatakan bahwa pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi itu terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia yang tidak hanya pada pasokan minyak mentah, tetapi juga pada sektor infrastruktur penunjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil menyebut, ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," ujarnya.

Emas Antam.

Harga Emas Hari Ini 17 April 2026: Produk Antam Melorot, Global Kinclong

Harga emas produkt PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibanderol seharga Rp 2.868.000 per gram pada perdagangan hari ini. Harga itu turun Rp 20.000 per gram dibanding kemarin.

img_title

VIVA.co.id

17 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |