Deadline Trump Hampir Habis, Militer Israel Ancam Jalur Kereta Iran

2 weeks ago 9

Selasa, 7 April 2026 - 16:45 WIB

VIVA –Militer Israel memperingatkan warga Iran agar tidak menggunakan kereta api atau mendekati rel kereta api. Peringatan ini seolah mengisyaratkan akan adanya serangan ke fasilitas sipil sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membuka kembali Selat Hormuz berakhir.

“Demi keamanan Anda, kami dengan hormat meminta agar mulai saat ini hingga pukul 21.00 waktu Iran [00.30 WIB], Anda tidak menggunakan atau bepergian dengan kereta di seluruh Iran. Menghadiri kereta atau berada di dekat jalur kereta membahayakan nyawa Anda,”tulis militer Iran  di akun X mereka seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 7 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan mengebom jembatan dan pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat (Rabu, 07.00 WIB).

Tak tinggal diam, Iran menanggapi ancaman itu dengan memperingatkan pembalasan yang menghancurkan jika infrastruktur sipil mereka diserang.

Sebelumnya, militer Israel mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan udara terbaru terhadap berbagai infrastruktur di seluruh Iran, termasuk di Teheran.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, sebuah gedung tempat tinggal di pusat Teheran menjadi sasaran salah satu serangan terbaru, dan sinagoga yang berada di dekat gedung tersebut juga hancur.

Pada hari Senin, pasukan Israel menyerang fasilitas petrokimia di sisi Iran dari ladang gas South Pars, yang juga dibagi dengan Qatar.

Sejak perang ini dimulai lebih dari lima minggu lalu, sedikitnya 2.076 orang di Iran tewas akibat serangan AS dan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

Pemungutan Suara PBB soal Selat Hormuz

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada Selasa mengenai resolusi yang telah direvisi, yang menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali. Resolusi ini jauh dari tujuan awal negara-negara Teluk untuk mendapatkan izin menggunakan kekuatan militer.

Draf yang dilihat AFP pada Senin tidak lagi menyebut otorisasi penggunaan kekuatan, bahkan secara defensif. Namun, Rusia, sekutu lama Iran, dan China, masih bisa memveto teks ini. Lantaran alasan itu, pemungutan suara yang dijadwalkan Jumat lalu harus ditunda.

Halaman Selanjutnya

Sebagai infomrasi, penutupan selat oleh Iran telah menyebabkan gangguan luas di pasar energi global, memaksa negara-negara menerapkan langkah penghematan untuk mengurangi dampak harga minyak dan gas yang meroket.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |