Jakarta, VIVA – Di tengah maraknya film keluarga yang hanya mengandalkan hiburan ringan, muncul sebuah karya yang justru membawa penonton menyelami realitas kehidupan sehari-hari.
Film keluarga terbaru ini menghadirkan kisah yang hangat, menyentuh, sekaligus penuh pelajaran hidup, menjadikannya lebih dari sekadar tontonan biasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Film Keluarga Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
Photo :
- VIVA/Muhammad Thoifur
Film drama keluarga “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?” telah resmi memperkenalkan poster, teaser, dan trailer resminya kepada publik, menandai persiapan menuju penayangan di bioskop pada 9 April 2026.
Disutradarai oleh Kuntz Agus dan diadaptasi dari novel best seller karya Khoirul Trian, film ini mencoba menyuguhkan kisah yang berakar dari dinamika keluarga Indonesia sehari‑hari, terutama hubungan antara seorang ayah dan anak‑anaknya yang tumbuh dewasa.
Produser Film, Soemijato Muin menjelaskan bahwa film ini merupakan pengembangan dari buku Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
"Bukunya sendiri itu kan adalah buku self-improvement, berupa prosa-prosa ungkapan hati seorang anak, termasuk di situ juga ada ungkapan dari Ayah ke anak," kata Soemi, dikutip VIVA Selasa, 24 Maret 2026.
Inti cerita berkisar pada Yudi, seorang bapak yang diperankan oleh Dwi Sasono, yang menghadapi krisis identitas ketika anak‑anaknya mulai memasuki usia dewasa. Dalam narasi yang diungkap lewat trailer resmi, Yudi tampak “kehilangan arah” dalam hidupnya ketika peran tradisional sebagai kepala keluarga tak lagi sejalan dengan tantangan baru dalam hubungan emosional dengan anak‑anaknya.
Menurut Dwi Sasono, sosok Yudi bukanlah figur ayah yang klise; ia digambarkan sebagai pribadi yang banyak berpikir dan merasakan kompleksitas peran orang tua, bukan sekadar memberi nasihat atau solusi instan.
Hal ini justru membuat karakter tersebut terasa “relatable” bagi penonton yang mungkin juga pernah merasakan hal serupa dalam keluarga mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain Yudi, film ini menampilkan Unique Priscilla sebagai Lilia, istri yang kuat dan menjadi “jangkar emosional” bagi keluarganya di tengah gejolak perasaan dan konflik batin.
Dua anak mereka, Dira dan Darin, masing‑masing diperankan oleh Mawar de Jongh dan Rey Bong, memiliki konflik internal yang lazim terjadi di keluarga modern. Dira digambarkan sebagai sosok yang ambisius dan selalu berusaha membantu keluarga, sedangkan Darin mencoba mencari cara untuk mengekspresikan perasaan dan kebingungan yang ia rasakan.
Halaman Selanjutnya
Sebuah liputan tambahan juga memperkenalkan karakter Bumi yang diperankan oleh Baskara Mahendra seorang figur yang selalu mendukung Dira dan memberi sendi baru dalam dinamika keluarga tersebut.

6 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
