VIVA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mendapat sorakan dari hadirin saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur periode 2025–2030 di Samarinda Convention Hall pada Sabtu, 25 April 2026.
Peristiwa itu terjadi ketika Rudy tengah memaparkan visi pembangunan dan kolaborasi politik, yang kemudian disambut reaksi “huuu” dari sebagian peserta. Meski demikian, ia tetap melanjutkan pidatonya hingga selesai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Insiden tersebut terjadi di tengah jalannya acara resmi pelantikan yang dihadiri kader dan simpatisan PAN.
Dilihat melalui unggahan video Instagra @kaltimtoday.co, awalnya, Rudy Mas’ud menyampaikan pidato secara normal, membahas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik dalam pembangunan daerah.
Namun, suasana berubah saat ia menyinggung soal harmonisasi politik. Tiba-tiba terdengar sorakan dari arah peserta. Reaksi tersebut sempat membuat suasana menjadi canggung, bahkan Rudy terlihat berhenti sejenak sebelum kembali melanjutkan sambutannya.
“Warna kita mungkin bisa berbeda, tetapi tujuan kita sama. Seperti kita menghadirkan impian, perlu usaha yang keras dan cerdas untuk menghadirkan mimpi,” kata Rudy disambut teriakan ‘huuu’ oleh para hadirin.
Meski mendapat respons negatif, Rudy tetap berusaha terlihat tenang. Ia melanjutkan pidato dengan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk membuka ruang kolaborasi dengan PAN dalam berbagai sektor, termasuk pembangunan desa, kepentingan rakyat, dan stabilitas pangan.
Acara pelantikan tetap berjalan hingga selesai. Momen sorakan tersebut sontak viral di media sosial hingga memancing raksi dari warganet.
“Titik terendah gubernur adalah PIDATO disorakin warganya sendiri,” komentar salah seorang warganet.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Tetap pidato walaupun di soraki warga nya sendiri, itu penyakit yg susah disembuhkan, yaitu "URAT MALU PUTUS" Ups !!!... Assalamualaikum,” celetuk yang lain.
“Udah ga ada wibawa & harga dirinya dimata masyarakatnya berarti,” kata warganet.
Dikritik Soal Kursi Pijat Rp 125 Juta, Gubernur Kaltim: 'Saya Nyetir Sendirian'
Setelah polemik anggaran renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Gubernur Kaltim kembali disorot perihal kursi pijat
VIVA.co.id
26 April 2026

9 hours ago
1



























