Kamis, 2 April 2026 - 13:29 WIB
Jakarta, VIVA – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Republik Korea pada Rabu, 1 April 2026 tidak hanya diwarnai agenda resmi kenegaraan, tetapi juga momen hangat yang mencerminkan kedekatan personal antar pemimpin.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah hadiah khas Indonesia hingga kejutan unik yang meninggalkan kesan mendalam khususnya kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pendekatan diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo tidak semata formalitas, melainkan juga menyentuh sisi personal.
“Diplomasi tidak hanya sekedar rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antar pemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati,” ujar Seskab Teddy, Kamis, 2 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah kerajinan unggulan UMKM Indonesia, di antaranya keris Bali dan guci keramik khas Jawa Timur.
Pemberian tersebut mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi wujud diplomasi ekonomi kreatif yang memperkenalkan produk lokal ke panggung internasional.
Namun, momen paling mencuri perhatian terjadi saat Presiden Prabowo memberikan kejutan tak terduga. Kepala Negara menghadiahkan pakaian khusus untuk anjing peliharaan Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung.
“Presiden Prabowo juga ngasih surprise gemas yang sukses bikin Presiden Lee kaget adalah hadiah baju untuk anjing peliharaannya!” ungkap Seskab Teddy.
Kejutan tersebut semakin menarik karena adanya kesamaan nama yang tidak terduga. Anjing peliharaan Presiden Lee ternyata bernama Bobby, sama seperti nama kucing peliharaan Presiden Prabowo.
“Plot twist-nya anjing peliharaan Presiden Lee ternyata bernama Bobby juga! Kekuatan diplomasi anabul memang nggak ada tandingannya, ya?” kata Seskab Teddy.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Momen ini menjadi bukti bahwa diplomasi modern tak hanya dibangun lewat kesepakatan dan angka, tetapi juga melalui sentuhan personal yang tulus. Pendekatan humanis Presiden Prabowo tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional, sekaligus memperkuat fondasi kerja sama Indonesia dan Republik Korea ke depan.
Dalam suasana global yang semakin dinamis, diplomasi yang hangat, cair, dan membumi seperti ini justru menjadi kekuatan baru yang menghubungkan negara bukan hanya lewat kepentingan, tetapi juga lewat rasa.
Korsel Berlakukan Sistem Ganjil Genap Mulai 8 April di Tengah Krisis Bahan Bakar
Korsel akan membatasi penggunaan kendaraan pemerintah berdasarkan nomor pelat ganjil-genap di tengah krisis bahan bakar yang disebabkan konflik di Timur Tengah.
VIVA.co.id
2 April 2026

3 weeks ago
8



























