Surabaya, VIVA – Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi kembali menegaskan statusnya sebagai kandidat terkuat di final four Proliga 2026. Tampil di seri Surabaya, Sabtu 4 April 2026, tim asuhan Reidel Alfonso Toiran itu tampil solid saat membungkam Jakarta Garuda Jaya dengan kemenangan telak tiga set langsung.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Bhayangkara Presisi setelah sebelumnya juga menang dengan skor identik saat menghadapi Surabaya Samator. Konsistensi tersebut membuat mereka mulai menjauh di papan atas klasemen sementara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak awal laga di Jawa Pos Arena, Surabaya, Bhayangkara Presisi langsung menunjukkan kualitasnya sebagai tim juara bertahan. Kombinasi servis keras dan variasi serangan menjadi kunci utama yang membuat Garuda Jaya kesulitan keluar dari tekanan.
Dua pemain asing anyar, Martin Petrov Atanasov dan Bardia Saadat, menjadi pembeda paling mencolok. Keduanya tak hanya tajam dalam menyerang, tetapi juga memberikan tekanan lewat servis yang berulang kali merusak pola permainan lawan.
Dominasi tersebut bahkan terlihat jelas di set kedua. Bhayangkara Presisi sempat melesat dengan keunggulan 8-0 berkat rentetan jump serve Atanasov yang menghasilkan beberapa ace. Situasi itu membuat Garuda Jaya praktis kehilangan momentum dan tertinggal jauh sebelum akhirnya menyerah 15-25.
Jakarta LavAni Libas Garuda Jaya dan Kuasai Puncak Klasemen Final Four Proliga 2026
Memasuki set ketiga, Garuda Jaya sempat memberikan perlawanan lebih sengit. Mereka mampu mengimbangi permainan hingga skor 10-10, bahkan beberapa kali memaksa reli panjang. Namun, ketenangan dan pengalaman Bhayangkara Presisi berbicara di momen krusial.
Lewat distribusi bola yang rapi dari Nizar Julfikar, Bhayangkara kembali menemukan ritme permainan. Variasi serangan dari berbagai sisi membuat pertahanan Garuda Jaya kembali goyah hingga akhirnya laga ditutup dengan skor 25-17.
Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui timnya sudah mencoba mengantisipasi kekuatan lawan, khususnya dari sektor servis. Namun, realitas di lapangan berbicara lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sebenarnya kami sudah mengantisipasi servis lawan, tapi kekuatan servis dua pemain asing Bhayangkara memang di luar dugaan kami. Itu yang membuat kami kesulitan mengembangkan permainan," ujar Nur Widayanto usai pertandingan dikutip Antara.
Ia juga menyoroti kelemahan timnya dalam penerimaan servis yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama saat menghadapi tim dengan kualitas jump serve tinggi.
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Alfonso Toiran, tetap melihat adanya ruang perbaikan meski timnya meraih kemenangan meyakinkan.

8 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522398/original/068585400_1772764301-anak_susah_makan.jpg)