Fadly Alberto Disanksi PSSI Seumur Hidup seperti Pemain Liga 4 Usai Tendangan Kungfu?

5 days ago 4

Senin, 20 April 2026 - 19:38 WIB

VIVA – Kabar buruk kembali datang dari sepakbola Indonesia. Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto menggegerkan media sosial atas aksinya yang mengerikan saat pertandingan melawan Dewa United pada duel Elite Pro Academy U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 19 April 2026.

Dalam video yang viral dimedia sosial, Fadly Alberto, yang merupakan Eks Timnas Indonesia U-17, melepaskan tendangan kungfu ke pemain Mohamad Ridwan. Akibat tendangan itu, korban mengalami luka di bagian wajah. Selain itu, korban juga dikabarkan mengalami dislokasi bahu akibat insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini bukanlah kejadian yang pertama di sepakbola Indonesia. Bahkan, pada 2026 saja, sudah ada dua insiden hampir serupa. Aksi pertama dilakukan pemain Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar menendang dada pemain Perseta Firman Nugraha. 

Hilmi melakukan tendangan brutalnya dalam laga Liga 4 Jawa Timur di Gelora Bangkalan, Madura, Senin 5 Januari 2026. Tak butuh waktu lama, Hilmi langsung dipecat klubnya karena sudah mencoreng nama baik.

Tak cukup sampai disitu,  Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang bereaksi, sehari kemudian. Ketua Komdis PSSI Umar Husin memberikan rekomendasi larangan beraktivitas di sepakbola seumur hidup.

Bencana datang untuk Hilmi, Komdis PSSI Jatim merealisasikan rekomendasi tersebut tidak lama setelah rekomendasi Komdis PSSI pusat. Hilmi di-banned dari sepakbola nasional seumur hidup, meski sang pemain diberikan kesempatan untuk mengajukan banding.

Yang menyedihkan, di hari yang sama jatuhnya hukuman kepada Hilmi, insiden lain terjadi di Liga 4 Yogyakarta. Kali ini pemain KAFI Jogja Dwi Pilihanto menendang kepala pemain UAD FC Amirul Mutaqqin di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Selasa 6 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tendangan Dwi langsung menjadi sorotan karena topik aksi kasar masih menjadi perbincangan. Komdis PSSI Yogyakarta mengambil langkah tegas juga, Dwi dihukum larangan beraktivitas di sepakbola seumur hidup.

Adapun dua insiden ini terjadi di ajang Liga 4 fase Provinsi (Piala Gubernur). Saat ini para klub yang lolos dari fase regional (Piala Bupati/Walikota) sedang berjuang untuk memperebutkan tiket ke fase nasional. Lantas, akankah Fadly Alberto mendapatkan sanksi yang sama?

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

Tendangan ‘Kungfu’ Gegerkan Sepakbola Indonesia, Sahroni Desak Pelaku Diusut Pidana

Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 mendadak jadi sorotan tajam pencinta sepakbola Nasional. Bukan karena kualitas permainan, melainkan aksi kekerasan yang menc

img_title

VIVA.co.id

20 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |