VIVA – Dunia sepak bola dibuat tercengang oleh runtuhnya Timnas Italia dalam kualifikasi Piala Dunia. Tim berjuluk Azzurri itu harus menelan pil pahit usai gagal lolos ke turnamen terbesar di dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Tragedi itu terjadi saat Italia menghadapi Bosnia and Herzegovina national football team di final play-off yang berlangsung dramatis. Setelah bertarung sengit, Italia akhirnya tumbang lewat adu penalti dengan skor 1-4—hasil yang memicu kesedihan mendalam, baik di lapangan maupun di tribun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Padahal, Italia sempat membuka harapan lewat gol cepat Moise Kean pada menit ke-15. Namun situasi berubah drastis setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah jelang turun minum.
Bermain dengan 10 orang membuat Italia kehilangan kendali. Bosnia akhirnya menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic pada menit ke-79, memaksa laga berlanjut hingga extra time sebelum ditentukan lewat adu penalti.
Di babak tos-tosan, mimpi Italia benar-benar runtuh. Tendangan Pio Esposito melambung, disusul eksekusi Bryan Cristante yang menghantam mistar. Penentuan akhirnya datang saat Esmir Bajraktarevic sukses menaklukkan Gianluigi Donnarumma.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Italia. Tim empat kali juara dunia itu kini mencatat rekor kelam: gagal lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun, setelah sebelumnya juga tersingkir di play-off oleh Swedia (2018) dan Makedonia Utara (2022).
Pelatih Gennaro Gattuso tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Dia menyebut para pemainnya tak pantas mendapatkan hasil menyedihkan ini
“Saya tidak merasa para pemain pantas menerima pukulan seperti ini. Mereka sudah menunjukkan usaha dan hati yang luar biasa. Saya bangga dengan mereka, tapi ini sulit diterima,” ujarnya.
Di sisi lain, Bosnia justru mencetak sejarah. Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus yang pertama sejak 2014. Pelatih Sergej Barbarez memuji mental timnya yang tampil penuh karakter.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kegagalan ini bukan sekadar hasil buruk bagi Italia. Ini adalah krisis besar yang kembali membuka luka lama—tentang inkonsistensi, kegagalan regenerasi, dan hilangnya identitas permainan.
Italia, yang dulu identik dengan kejayaan dan disiplin taktik, kini harus menghadapi kenyataan pahit: raksasa itu kembali runtuh di panggung dunia
Tak Hanya Timnas Italia, Piala Dunia 2026 Dipastikan Tanpa Robert Lewandowski
Timnas Polandia juga harus menerima kenyataan pahit setelah ditumbangkan Timnas Swedia dengan skor tipis 3-2 dalam laga final playoff yang berlangsung di Stockholm,
VIVA.co.id
1 April 2026

3 weeks ago
14



























