Yogyakarta, VIVA – Panggung kompetisi voli tertinggi di Indonesia memasuki babak paling menentukan. Final Proliga 2026 resmi dimulai hari ini, Selasa 21 April 2026, dengan GOR Amongrogo, Yogyakarta, sebagai arena pertarungan terakhir perebutan gelar juara.
Setelah melalui fase Final Four yang berlangsung ketat di Semarang, empat tim terbaik dari sektor putra dan putri akhirnya memastikan tempat di partai puncak. Atmosfer pertandingan dipastikan meningkat tajam, mengingat sejarah panjang rivalitas dan kualitas skuad yang dimiliki masing-masing tim.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sektor putra, duel klasik kembali tersaji. Jakarta LavAni Livin’ Transmedia akan berhadapan dengan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam Grand Final. LavAni datang dengan kepercayaan diri tinggi usai tampil dominan sepanjang Final Four, sementara Bhayangkara Presisi tetap menjadi ancaman serius dengan pengalaman mereka sebagai juara bertahan.
Pertemuan kedua tim ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah pertarungan gengsi dua kekuatan besar voli nasional yang sudah berulang kali bertemu di laga krusial. Secara statistik, LavAni unggul meyakinkan, namun Bhayangkara dikenal memiliki mental juara yang sering muncul di momen-momen penentuan.
Jakarta LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi
Photo :
- ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Sementara itu di sektor putri, pertarungan tak kalah sengit akan tersaji antara Jakarta Pertamina Enduro melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Kedua tim menunjukkan konsistensi sepanjang Final Four dan layak berada di posisi ini.
Pertamina Enduro mengandalkan kombinasi pemain bintang seperti Megawati Hangestri Pertiwi yang tampil impresif sepanjang musim. Namun, Phonska Plus bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka memiliki kedalaman skuad dan permainan kolektif yang kerap menyulitkan lawan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menariknya, hasil polling penggemar menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan performa di lapangan. LavAni dan Pertamina Enduro menjadi favorit juara, mencerminkan dominasi mereka sejak awal Final Four. Meski begitu, kejutan tetap sangat mungkin terjadi, mengingat sejarah Proliga kerap menghadirkan hasil di luar prediksi.
Sebelum partai puncak, laga perebutan peringkat ketiga juga akan menjadi pembuka rangkaian final. Di sektor putra, Surabaya Samator akan menghadapi Jakarta Garuda Jaya, sementara di sektor putri, Jakarta Popsivo Polwan berjumpa Jakarta Electric PLN. Pertandingan ini tetap penting karena menjadi penentu posisi akhir sekaligus ajang pembuktian bagi tim yang gagal melaju ke final.
Halaman Selanjutnya
Berikut klasemen akhir Final Four sebagai gambaran kekuatan tim:

5 days ago
10



























