Jakarta, VIVA – Industri game sering kali kembali ke masa lalu untuk mencari inspirasi. Namun, di tengah tren game retro yang itu-itu saja, hadir sebuah judul yang justru membawa pendekatan berbeda yakni ChainStaff.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Game ini tampil mencolok dengan gaya visual yang tidak biasa penuh warna, aneh, dan terasa seperti perjalanan psikedelik di dunia alien. Alih-alih sekadar meniru estetika klasik seperti pixel art atau gaya 8-bit, ChainStaff justru menggali inspirasi dari sisi lain sejarah game dan budaya visual yang jarang disentuh.
Menurut laporan, banyak game retro modern cenderung hanya mengulang formula lama dari judul populer seperti Zelda atau Castlevania. ChainStaff memilih jalur berbeda dengan mengangkat referensi yang lebih “tersembunyi” dari masa lalu, membuktikan bahwa konsep retro tidak harus selalu identik dengan nostalgia yang itu-itu saja.
Yang membuatnya semakin unik adalah senjata utama dalam game ini: sebuah tongkat multifungsi bernama “ChainStaff”. Senjata ini bukan sekadar alat menyerang, tetapi juga digunakan untuk bergerak, bertahan, hingga menjelajahi level dengan cara yang kreatif.
Mekanik dari game ini menghadirkan pengalaman bermain yang terasa segar di tengah genre shooter yang sering terasa repetitif.
Dari sisi visual, ChainStaff tampil seperti lukisan hidup yang terinspirasi seni sci-fi dan fantasi era 1980-an. Dunia yang ditampilkan penuh dengan makhluk aneh, lanskap asing, dan desain yang terasa seperti sampul album rock klasik memberikan identitas kuat yang langsung membedakannya dari game lain.
Lebih dari sekadar gaya, game ini juga menunjukkan bahwa inovasi bisa datang dari cara mengolah elemen lama menjadi sesuatu yang baru. ChainStaff tidak hanya “menjual nostalgia”, tetapi juga membangun ulang konsep tersebut menjadi pengalaman modern yang unik dan tak terduga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah banyaknya game yang bermain aman dengan formula lama, ChainStaff hadir sebagai pengingat bahwa kreativitas masih punya tempat besar di industri game. Retro, ternyata, belum kehabisan cara untuk berevolusi.
Nuansa Horor The Lord of the Rings Hadir di Resident Evil Requiem
Resident Evil Requiem jadi sorotan karena adegan mirip film Lord of the Rings. Pemain menemukan kemiripan ikonik yang memicu perdebatan: inspirasi, penghormatan.
VIVA.co.id
9 April 2026

2 weeks ago
10



























