Ganti Oli Pakai Engine Flush, Bikin Bersih atau Justru Masalah?

3 hours ago 2

Jumat, 3 April 2026 - 17:13 WIB

Jakarta, VIVA – Banyak pemilik kendaraan percaya bahwa flushing atau menguras mesin saat ganti oli adalah cara terbaik untuk menjaga performa tetap optimal. Logikanya sederhana, semakin bersih mesin dari sisa oli lama dan kotoran, maka kinerjanya akan semakin maksimal.

Namun, di balik anggapan tersebut, ada sisi teknis yang jarang dipahami. Tidak semua proses pembersihan mesin justru berdampak positif, terutama jika dilakukan tanpa melihat kondisi mesin secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara teori, flushing memang mampu melarutkan dan melepaskan kotoran atau deposit yang menempel di dalam mesin. Kotoran ini bisa berupa sisa pembakaran, lumpur oli (sludge), hingga partikel halus hasil gesekan komponen mesin.

Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Jumat 3 April 2026, masalah muncul ketika kotoran tersebut terlepas dalam jumlah besar secara bersamaan. Sistem pelumasan mesin modern memiliki jalur yang sangat kecil dan presisi, sehingga partikel yang terlalu besar berisiko menyumbat aliran oli.

Jika aliran oli terganggu, dampaknya bisa jauh lebih serius dibandingkan kotoran yang sebelumnya hanya menempel dan tidak ikut bersirkulasi. Komponen vital seperti bearing dan camshaft bisa kekurangan pelumasan, yang berujung pada keausan lebih cepat.

Di sisi lain, filter oli memang dirancang untuk menyaring kotoran. Namun, komponen ini juga memiliki batas kemampuan. Jika terlalu banyak partikel yang masuk dalam waktu singkat, filter bisa cepat jenuh dan tidak bekerja optimal.

Dalam kondisi tertentu, katup bypass pada filter bahkan dapat terbuka agar oli tetap mengalir. Sayangnya, pada situasi ini, oli yang belum tersaring justru ikut bersirkulasi ke seluruh bagian mesin.

Meski begitu, bukan berarti flushing selalu buruk. Prosedur ini tetap bermanfaat, terutama pada mesin yang memiliki riwayat perawatan kurang baik atau sudah mengalami penumpukan sludge cukup parah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kasus seperti itu, flushing bisa membantu membersihkan bagian dalam mesin. Namun, prosesnya sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan agar tidak menimbulkan risiko baru.

Untuk kendaraan yang rutin menjalani servis berkala, penggunaan oli berkualitas dengan aditif detergent sebenarnya sudah cukup membantu menjaga kebersihan mesin secara alami. Oli modern dirancang untuk membersihkan kotoran secara perlahan tanpa menimbulkan lonjakan partikel dalam sistem.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, keputusan melakukan flushing sebaiknya tidak dijadikan rutinitas setiap ganti oli. Lebih penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami kondisi mesin dan mengikuti rekomendasi perawatan yang sesuai.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |