Gara-gara Juventus, Timnas Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026

3 weeks ago 18

Rabu, 1 April 2026 - 13:55 WIB

VIVA – Timnas Italia kembali menelan pil pahit setelah dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Bosnia and Herzegovina national football team dalam babak play-off membuat Gli Azzurri untuk ketiga kalinya secara beruntun absen di ajang Piala Dunia.

Italia tersingkir setelah kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia dalam laga play-off yang berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertandingan tersebut, Italia sebenarnya sempat unggul lebih dahulu lewat gol Moise Kean. Namun situasi berubah menjelang akhir babak pertama setelah bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, menerima kartu merah. Unggul jumlah pemain, Bosnia akhirnya mampu menyamakan skor pada menit ke-79 melalui gol Haris Tabakovic.

Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak adu penalti dan menjadi mimpi buruk bagi Italia. Dua penendang Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal mencetak gol. Dari kubu Italia hanya Sandro Tonali yang berhasil mencetak gol di babak adu penalti. Bosnia pun memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.

Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi Federasi Sepak Bola Italia atau Italian Football Federation (FIGC). Italia kini tercatat sudah tiga kali beruntun gagal lolos ke Piala Dunia, setelah terakhir kali tampil pada edisi 2014 di Brasil.

Padahal Italia merupakan salah satu negara dengan sejarah besar di Piala Dunia. Gli Azzurri tercatat sudah empat kali menjadi juara dunia, dengan gelar terakhir diraih pada Piala Dunia 2006 yang dipimpin kiper legendaris Gianluigi Buffon.

Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun juga mendapat sorotan dari mantan pemain Bosnia, Hasan Salihamidzic. Ia menilai penurunan performa Italia berkaitan dengan menurunnya performa Juventus FC dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Italia sedang melewati masa-masa sulit. Bagi saya, barometer sepak bola adalah Juventus. Ketika Juve tidak dalam performa terbaiknya, tim nasional pun ikut terpengaruh," usai laga Bosia melawan Italia.

Pernyataan tersebut merujuk pada performa Juventus yang menurun dalam beberapa musim terakhir. Klub asal Turin itu sudah cukup lama tidak memenangkan gelar Serie A, terakhir pada tahun 2020.

Halaman Selanjutnya

Menurunnya dominasi Juventus di sepak bola Italia juga berdampak pada komposisi pemain tim nasional. Saat Italia menghadapi Bosnia, pelatih Gennaro Gattuso hanya memainkan dua pemain Juventus, yaitu Manuel Locatelli dan Federico Gatti, di mana Gatti masuk sebagai pemain pengganti saat Italia bermain dengan 10 orang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |