Garap Infrastruktur Pelabuhan dan Conveyor, IATA Genjot Alokasi Capex Rp200 Miliar

2 hours ago 2

loading...

PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) terus merealisasikan penyerapan belanja modal (capital expenditure/Capex) guna memperkuat infrastruktur pertambangan terintegrasi. Foto/Dok

JAKARTA - PT Karya Pacific Energy Tbk ( IATA ) terus merealisasikan penyerapan belanja modal (capital expenditure/Capex) guna memperkuat infrastruktur pertambangan terintegrasi. Alokasi Capex ini diprioritaskan untuk merampungkan pembangunan fasilitas pelabuhan (jetty) serta sistem conveyor di konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Arthaco Prima Energy (APE).

Wakil Direktur Utama IATA, Kahar Chua mengatakan, pengembangan sarana pendukung tersebut telah diinisiasi sejak kuartal II-2025 melalui penyiapan jalan angkut (hauling road) sepanjang 10 kilometer berstandar all-weather.

"Untuk CAPEX ini kita sedang masih berkembang ya, karena untuk pelabuhan di APE, di IUP kita, Arthaco, Prima Energi, masih terus lanjut dibangun," ujar Kahar dalam Press Conference Launching Logo IATA di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Perkuat Identitas Korporasi, IATA Resmi Luncurkan Logo Baru

Saat ini, pengerjaan proyek telah berlanjut ke tahap penyelesaian area pelabuhan dengan daya tampung area penumpukan (stockpile) mencapai 300 ribu ton. Kapasitas pemuatan (loading) pelabuhan ini ditargetkan menyentuh 300 ribu ton per bulan atau setara minimal 3 juta ton per tahun.

Kahar menambahkan, bahwa perseroan menganggarkan dana sekitar Rp200 miliar untuk menuntaskan proyek jetty tersebut, di mana porsi anggaran terbesar dialokasikan bagi pengadaan sistem conveyor heavy duty. Pihak manajemen saat ini masih memfinalisasi diskusi bersama sejumlah vendor untuk memilih spesifikasi terbaik.

"Tapi tidak hanya berhenti di situ, kita masih tetap memiliki anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk membangun pelabuhan ini menjadi memiliki conveyor. Yang tapi sekarang ini masih dalam diskusi dengan beberapa vendor, karena kita memilih yang unggul untuk bangun conveyor yang memiliki kemampuan heavy duty supaya mendukung pandemi yang akan kita produksi dan kita kirim di tahun-tahun berikutnya," jelas Kahar.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |