Jakarta, VIVA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi meningkat tajam pada kuartal pertama 2026. Lonjakan ini terjadi di tengah pergeseran strategi perusahaan yang semakin agresif berinvestasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI).
Data dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan bahwa PHK di sektor teknologi naik 40 persen secara tahunan. Sepanjang Maret 2026, perusahaan teknologi berbasis di Amerika Serikat mengumumkan 18.720 PHK, sehingga total PHK sejak awal tahun mencapai 52.050 kasus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Angka ini lebih tinggi dibandingkan 37.097 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah perusahaan teknologi besar turut melakukan pengurangan tenaga kerja. Dell tercatat memangkas sekitar 11.000 karyawan sepanjang tahun ini.
Meta juga melakukan PHK terhadap 700 pekerja di divisi Reality Labs pada Maret. Sementara itu, Oracle memberhentikan ribuan karyawan dalam upaya memperkuat investasi di bidang AI. Epic Games juga memangkas sekitar 1.000 pekerja akibat tekanan finansial.
Laporan tersebut mencatat bahwa sektor teknologi mencatat jumlah PHK tertinggi dibandingkan sektor lain pada bulan lalu, melampaui sektor transportasi (32.241), kesehatan (23.520), dan keuangan (9.397). Dalam analisis tersebut, AI disebut sebagai penyebab utama hilangnya pekerjaan di berbagai industri.
Sebanyak 25 persen dari total PHK pada Maret, atau sekitar 15.341 pekerjaan, dikaitkan langsung dengan AI. Angka ini lebih tinggi dibandingkan faktor lain seperti penutupan perusahaan atau lokasi kerja sebanyak 13.931 kasus, restrukturisasi 8.726 kasus, serta kondisi ekonomi dan pasar yang tidak menguntungkan sebanyak 6.597 kasus.
Sepanjang 2025, perusahaan menyebut AI sebagai penyebab 54.836 PHK atau sekitar 5 persen dari total pemutusan kerja. Pada 2026, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat, dengan AI telah dikaitkan dengan 12.304 PHK atau sekitar 8% dari total kasus sejauh ini.
Sejak mulai dilacak pada 2023, AI telah disebut dalam 99.470 pengumuman PHK, atau sekitar 3,5 persen dari seluruh rencana pemutusan kerja dalam periode tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa gelombang PHK di sektor teknologi masih akan berlanjut sepanjang tahun ini. Hal ini seiring dengan besarnya investasi perusahaan dalam pengembangan AI untuk menjaga daya saing.
“Perusahaan mengalihkan anggaran ke investasi AI dengan mengorbankan pekerjaan,” kata Andy Challenger dari Challenger, Gray & Christmas, sebagaimana dikutip dari Digit News, Jumat, 3 April 2026.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan bahwa dampak AI terhadap tenaga kerja sudah mulai terlihat, terutama di sektor teknologi. “Penggantian peran secara nyata terlihat di perusahaan teknologi, di mana AI dapat menggantikan fungsi pengkodean. Industri lain juga mulai menguji batas teknologi ini, dan meskipun belum bisa sepenuhnya menggantikan pekerjaan, AI tetap menyebabkan hilangnya pekerjaan.”

5 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522398/original/068585400_1772764301-anak_susah_makan.jpg)