Jakarta, VIVA – Di tengah maraknya layanan streaming musik dan perangkat audio nirkabel, muncul tren yang cukup mengejutkan di kalangan generasi muda. Sejumlah pengguna Gen Z kini mulai kembali menggunakan iPod, perangkat pemutar musik yang sempat berjaya pada era 2000-an.
Fenomena ini tampak dari meningkatnya aktivitas komunitas pengguna iPod di media sosial. Di TikTok, tagar #iPod telah digunakan dalam ratusan ribu unggahan, sementara forum daring yang membahas perangkat tersebut juga terus ramai dikunjungi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak hanya itu, pasar perangkat iPod bekas dan rekondisi juga menunjukkan pertumbuhan. Meski Apple telah menghentikan lini iPod beberapa tahun lalu, minat terhadap perangkat ini justru kembali meningkat.
Sekilas, tren tersebut mungkin terlihat sebagai bagian dari gelombang nostalgia era Y2K yang belakangan kembali populer. Namun, bagi banyak pengguna muda, alasan kembali ke iPod ternyata lebih dari sekadar gaya.
Disadur dari Slashgear, Minggu 14 Juni 2026, salah satu faktor utamanya adalah keinginan untuk menjalani gaya hidup digital minimalism atau meminimalkan gangguan digital dalam kehidupan sehari-hari.
Saat mendengarkan musik melalui smartphone, pengguna tetap berhadapan dengan notifikasi, media sosial, pesan instan, hingga berbagai aplikasi lain yang bisa mengalihkan perhatian. Berbeda dengan iPod yang hanya memiliki satu fungsi utama: memutar musik.
Dengan menggunakan perangkat terpisah untuk mendengarkan lagu, pengguna dapat menikmati musik tanpa tergoda membuka media sosial atau menerima notifikasi yang terus berdatangan.
Tren ini juga berkaitan dengan meningkatnya keinginan sebagian anak muda untuk mengurangi waktu menatap layar atau screen time. iPod dinilai menawarkan pengalaman yang lebih sederhana dan fokus.
Selain itu, faktor ekonomi juga turut berperan. Meningkatnya jumlah layanan berlangganan digital membuat sebagian pengguna mulai mengalami apa yang dikenal sebagai subscription fatigue atau kelelahan berlangganan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mulai dari layanan video, penyimpanan cloud, hingga streaming musik, biaya langganan digital yang terus bertambah membuat sebagian orang mempertimbangkan alternatif lain.
Dengan iPod, pengguna dapat menyimpan file musik secara lokal dalam format MP3 tanpa harus membayar biaya bulanan. Lagu yang telah dimiliki juga tidak akan hilang karena perubahan lisensi atau dihapus dari platform streaming.
Halaman Selanjutnya
Fenomena ini turut menghidupkan kembali penggunaan headphone berkabel. Pasalnya, sebagian besar iPod lawas masih dilengkapi jack audio 3,5 mm yang kini mulai ditinggalkan smartphone modern.

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)