Selasa, 7 April 2026 - 08:00 WIB
VIVA – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras terkait akses pelayaran di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa tenggat waktu yang ia tetapkan bersifat final dan tidak akan diperpanjang.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa minggu, dengan sejumlah negara mencoba menjadi mediator.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ultimatum Trump soal Selat Hormuz
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah mengajukan proposal untuk mengakhiri perang. Namun, menurutnya, proposal tersebut masih belum cukup untuk mencegah kemungkinan aksi militer dari Amerika Serikat.
Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka kembali akses bebas bagi kapal-kapal internasional di Selat Hormuz sebelum batas waktu yang ditentukan. Jika tidak, ia mengancam akan memerintahkan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, seperti dilansir dari Al Jazeera.
Ia menyebut proposal Iran sebagai langkah penting, tetapi belum memenuhi tuntutan utama yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut strategis yang sangat penting bagi perdagangan global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah ini pada masa damai, sehingga setiap gangguan dapat berdampak langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.
Proposal Iran: Akhiri Perang Secara Permanen
Di sisi lain, pemerintah Iran menyampaikan tanggapan melalui perantara diplomatik dari Pakistan, yang sebelumnya mengusulkan gencatan senjata selama 45 hari.
Namun, menurut laporan media pemerintah Iran, negara tersebut menolak usulan gencatan senjata sementara dan justru mengajukan rencana yang berisi 10 poin utama untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Beberapa poin dalam proposal tersebut mencakup:
- Penghentian konflik di kawasan secara menyeluruh
- Protokol keamanan pelayaran di Selat Hormuz
- Pencabutan sanksi ekonomi
- Proses rekonstruksi wilayah terdampak perang
Perwakilan diplomatik Iran menyatakan bahwa negaranya tidak hanya menginginkan gencatan senjata sementara, melainkan jaminan bahwa serangan di masa depan tidak akan terjadi lagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gedung Putih Belum Setujui Proposal
Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa proposal gencatan senjata memang sedang dipertimbangkan, namun belum mendapat persetujuan langsung dari Presiden Trump.
Halaman Selanjutnya
Seorang pejabat menyatakan bahwa operasi militer yang sedang berlangsung tetap dilanjutkan sampai ada keputusan resmi dari presiden.

2 weeks ago
8



























