Jatiluwih, VIVA – Bank Indonesia (BI) meresmikan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra) 2026 di kawasan Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu. Mengusung tema Sinergi Penguatan Produktivitas dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan di Tengah Tantangan Iklim dan Dinamika Pariwisata, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
Pembukaan GPIPS turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Asisten Gubernur Bank Indonesia Rudy B. Hutabarat, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, serta jajaran pemerintah daerah di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam rangkaian pembukaan, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan menandatangani sejumlah kerja sama, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian, hingga memperkuat sinergi pembiayaan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan pangan dari hulu hingga hilir.
Secara nasional, pembukaan GPIPS Balinusra ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya GPIPS Sumatra dilakukan di Sumatra Selatan tanggal 11 Februari 2026 dan GPIPS Jawa di Surabaya, Jawa Timur tanggal 13 Mei 2026.
Fokus pada Produktivitas dan Distribusi Pangan
Asisten Gubernur Bank Indonesia Rudy B. Hutabarat mengatakan GPIPS merupakan pengembangan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan fokus yang semakin kuat pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan.
Menurutnya, tantangan pengendalian inflasi saat ini bukan hanya terletak pada produksi, tetapi juga distribusi yang efisien agar harga pangan tetap stabil di tingkat masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Stabilisasi inflasi ditentukan bagaimana ketahanan pangan dapat dijaga. Keberhasilan kita menjaga ketahanan pangan dan fluktuasi harga barang pangan menjadi kunci menjaga inflasi," kata Rudy dalam sambutannya.
Ia menjelaskan GPIPS Balinusra 2026 dijalankan melalui tujuh program utama, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, penguatan pascapanen dan hilirisasi, kerja sama antar daerah, fasilitasi distribusi pangan, pasar murah, hingga digitalisasi sektor pertanian. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung agenda swasembada pangan pemerintah.
Halaman Selanjutnya
Jatiluwih Dipilih karena Filosofi Subak

1 week ago
2


















