Jakarta, VIVA – KH Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam menilai banyak gagasan yang muncul menjelang muktamar ke-35 NU. Salah satunya dari struktural dan komunitas NU di Banten.
Menurutnya, gagasan itu diorientasikan untuk membangkitkan dan menggairahkan NU melalui strategi kaderisasi berjenjang, masif dan sistematis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut diungkapkan Gus Salam usai menghadiri forum silaturahmi bersama Ketua PWNU dan PCNU se-Banten pada Sabtu, 18 April 2026 malam.
“Dalam bahasa saya, membangkitkan dan menggairahkan NU dilakukan dengan ideologisasi; ngelmuni lagi secara baik dan efektif tentang bergerak didalam NU dan bekhidmah melalui NU demi kemashlahatan dan kemajuan umat,” kata Gus Salam dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.
Ia menegaskan usahanya untuk mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua Umum PBNU melalui gelaran Muktamar ke-35 pada Agustus 2026 mendatang. Hal itu dilakukan Gus Salam untuk memenuhi permintaan, sekaligus perintah para guru-kiainya agar maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.
“Abuya Muhtadi Dimyati, ulama sepuh Pakubumi Banten, berpesan agar Ulama NU turut menjaga ketenteraman masyarakat dan perbaikan ekonomi bangsa,” kata Gus Salam.
“Saya menangkap pesan itu sebagai perintah agar NU ke depan memberi tekanan dan penegasan prioritas program untuk lebih menguatkan sabuk pengaman di tengah masyarakat, sekaligus bersama pemerintah membangkitkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa," sambungnya.
Gus salam mengaku mendapat banyak nasihat berupa pentingnya sinergi, gerakan padu dengan pola kemitraan dan berbagi peran antara PBNU hingga PCNU pada hal-hal konkrit dan produktif.
“Kyai-kyai PCNU berharap sinergi PBNU hingga struktur bawah dijalankan untuk melayani kepentingan nyata-konkrit dirasakan masyarakat-nahdliyyin, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya dan ekonomi,” ungkap Gus Salam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Banyak sekali inisiatif produktif dan inovasi NU dibawah. Yang diperlukan pengakuan afirmatif, memfasilitasi dan mendampingi pengembangannya. Bukan mengendalikan disertai birokrasi struktural yang ribet, apalagi dibumbui tekanan bersifat instruktif-doktrinal,” tambahnya.
Dialog produktif hingga larut malam tersebut diikuti oleh ketua PWNU Banten, para ketua PCNU dari Tangerang Selatan, Kota Tangeran, Kab Tangerang, Lebak, Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang dan ketua PW GP Ansor NU Banten.
Halaman Selanjutnya
Semangat silaturahmi itu mencairkan kebekuan dari situasi NU dalam beberapa waktu terakhir. Gus Salam mengatakan pentingnya merawat persaudaraan struktur dan warga NU yang sempat terusik oleh konflik di internal PBNU yang dirasakan tidak produktif, bahkan menguras energi berjam’iyyah.

4 days ago
9



























