Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta untuk Cari Kerja

3 hours ago 1

Jumat, 3 April 2026 - 17:15 WIB

Jakarta, VIVA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat sekitar 34,97 persen pendatang ke Jakarta, khususnya pascalibur Lebaran tahun lalu, bertujuan mencari pekerjaan.

"Kalau datang ke Jakarta itu pasti untuk mencari kerja. Faktor-faktor untuk mencari pekerjaan itu dikuatkan dengan jumlah usia produktif yang paling tinggi," kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto dalam siniar terkait kependudukan yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Persentase alasan bekerja itu lebih tinggi dibandingkan alasan keluarga (32,58 persen), pekerjaan (15,59 persen), perumahan (13,04 persen), pendidikan (3,49 persen), kesehatan (0,29 persen), dan keamanan (0,03 persen).

Dari segi usia, sebanyak 77,84 persen pendatang berusia produktif, yakni 15-64 tahun. Sementara rasio berdasarkan jenis kelamin para pendatang tersebut, yaitu setiap 100 perempuan, terdapat 97 laki-laki.

Dari segi pendidikan, sebanyak 78,71 persen pendatang berpendidikan SMA/sederajat ke bawah. Kemudian, 58,96 persen persen dari mereka itu diasumsikan berpenghasilan rendah.

"Mereka lebih kepada keterampilannya yang sektor informal," ujar Denny.

Dia mengatakan faktor yang paling mendukung pendatang ke Ibu Kota, yakni kemudahan akses layanan publik, di antaranya transportasi, kesehatan, dan pendidikan.

"Layanan publik kependudukan, layanan publik kesehatan, layanan publik pendidikan, yang cukup mudah diproses. Mungkin itu faktor yang paling utama, mengapa Jakarta masih menjadi tujuan magnet dan menarik bagi pendatang," tutur Denny. 

Lebih lanjut, terkait tempat tinggal, kata dia, sekitar 21,05 persen dari para pendatang itu tinggal di RW kumuh dan padat serta sekitar perbatasan Jakarta.

"Data ini bisa dijadikan bahan program terkait dengan pembinaan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), kemudian bagaimana mengelola sektor-sektor informal menjadi lebih formal dengan pembinaan-pembinaan yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah yang membidangi," ungkap Denny.

Saat ini, Dinas Dukcapil DKI Jakarta melakukan pendataan terhadap pendatang melalui layanan jemput bola di wilayah Jakarta hingga 30 April 2026.

Merujuk data per 1 April 2026, tercatat sebanyak 1.776 pendatang baru yang masuk ke Jakarta dengan komposisi 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen).

Sementara itu, sejak 2022, jumlah pendatang pascalibur Lebaran di Jakarta tercatat mengalami penurunan, yakni dari semula 27.478 orang, kemudian turun menjadi 25.918 orang pada 2023, lalu berkurang menjadi 16.207 orang pada 2024, dan menjadi 16.049 orang pada 2025.

Denny menambahkan berdasarkan tren dua tahun terakhir, pendatang ke Jakarta memiliki persiapan yang lebih matang, antara lain dengan keterampilan kerja yang memadai, adanya kepastian pekerjaan, dan jaminan tempat tinggal sebelum datang. (Ant)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi pendatang baru Jakarta.

Didominasi Pria, Jakarta Diserbu 1.700 Orang Pendatang Baru Usai Lebaran 2026

Pemprov DKI Jakarta melaporkan, bahwa jumlah pendatang baru yang masuk ke Jakarta per 1 April 2026, tercatat mencapai sebanyak 1.776 orang dan didominasi oleh pria.

img_title

VIVA.co.id

3 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |