Harga Minyak Dunia Naik Lagi Tembus US$98 per Barel Gegara Ketegangan Selat Hormuz Memanas

2 weeks ago 11

Jumat, 10 April 2026 - 10:25 WIB

Jakarta, VIVA – Perhatian masyarakat global kembali menyoroti harga minyak dunia naik lagi pada perdagangan Jumat pagi, 10 April 2026. Lonjakan kali ini seiring perkembangan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran usai ketegangan di sekitar Selat Hormuz kian memanas. 

Jalur pelayaran vital ini belum sepenuhnya pulih meski telah ada kesepakatan gencatan senjata AS dan Iran. Distribusi pasokan minyak global masih terbatas sehingga membuat pasar tetap waspada di mana sebelumnya Selat Hormuz mengalirkan sekitar 20 persen konsumsi dunia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip CNBC Internasional, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 0,55 persen ke level US$98,33 atau sekitar Rp 1,68 juta (estimasi kurs Rp 17.100 per dolar AS) per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melesat lebih dari 1 persen menjadi US$96,91 atau sekitar Rp 1,65 juta per barel.

Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran agar tidak menghambat lalu lintas tanker atau memungut biaya dari kapal-kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Jika Iran membandel, Trump mengamcam akan melakukan serangan esktrem. 

“Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan membiarkan minyak melewati Selat Hormuz,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Ancamanan Trum memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata selama dua pekan yang sebelumnya disepakati berisiko terganggu. Terutama karena pembukaan kembali jalur pelayaran menjadi salah satu syarat utama kesepakatan.

Penasihat ekonomi utama Gedung Putih, Kevin Hassett, menegaskan  kelancaran distribusi sangat krusial bagi pasar energi global. Kata  Hassett, satu kapal tanker saja berhasil melintasi selat, itu akan menutup sebagian besar kekurangan pasokan yang terjadi saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain kegegalan gencatan senjata, serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi turut memperparah gangguan pasokan. Serangan tersebut memangkas kapasitas produksi minyak sekitar 600.000 barel per hari serta mengurangi aliran melalui pipa East-West hingga sekitar 700.000 barel per hari.

Serangan yang dilaporkan mengenai stasiun pompa di jalur pipa tersebut semakin menghambat distribusi minyak dari wilayah Teluk Persia menuju terminal ekspor di Laut Merah. Serangan terpisah ke ladang minyak utama seperti Manifa dan Khurais juga ikut menekan produksi harian Arab Saudi lalu beberapa kilang minyak dilaporkan menjadi target sehingga memperburuk tekanan terhadap pasokan global.

Halaman Selanjutnya

Meski AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata dengan syarat pembukaan jalur pelayaran, kondisi di lapangan masih jauh dari normal. Jalur Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup bagi kapal pengangkut minyak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |