Jakarta, VIVA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, semangat pemberdayaan perempuan kembali digaungkan melalui berbagai kegiatan inspiratif yang relevan dengan generasi masa kini. Salah satunya hadir lewat talkshow dan bedah buku bertajuk “Revive Your Confidence: From Pain to Strength” yang diselenggarakan oleh Suhanah Women and Youth Center (SWYC) bersama Satgas PPKPT Universitas Budi Luhur.
Mengangkat tema kepercayaan diri, acara ini tidak hanya menyoroti kekuatan mental, tetapi juga pentingnya merawat diri secara fisik sebagai bagian dari perjalanan mencintai diri sendiri. Dalam sesi edukasi, peserta diajak memahami bahwa self-care, termasuk menjaga kesehatan kulit, bukan sekadar tren, melainkan langkah nyata membangun rasa percaya diri. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejalan dengan semangat Raden Ajeng Kartini, perempuan masa kini dinilai perlu memiliki keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan, termasuk tekanan sosial yang kerap muncul di lingkungan sekitar.
Inspirasi kuat juga datang dari Dr. Harlis S., S.E., M.M., CIMA., yang membagikan kisah hidupnya melalui buku “Pengalaman Hidup Penuh Bullying: From Pain to Strength, From Bullying to Resilience”. Ia menceritakan perjalanan menghadapi bullying sejak kecil hingga mampu bangkit dan menjadikannya sebagai motivasi untuk berkarya.
“Ketika saya dibully, saya tidak berhenti. Justru itu menjadi pendorong untuk terus berkarya,” ungkap Dr Harlis dalam keterangannya, dikutip Selasa 21 April 2026.
![]()
Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa luka tidak selalu berujung pada keterpurukan. Sebaliknya, pengalaman pahit bisa menjadi titik awal untuk tumbuh lebih kuat—sebuah nilai yang selaras dengan perjuangan Kartini dalam melawan stigma di zamannya.
Ketua Satgas PPKPT Universitas Budi Luhur, Chazizah Gusnita, S.Sos., M.Krim., menegaskan bahwa isu bullying masih relevan dan perlu perhatian serius, terutama di kalangan generasi muda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk bangkit dari keterpurukan. Kami ingin mengajak generasi muda untuk berani bersuara dan menciptakan lingkungan yang aman dan suportif,” ujarnya.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Dr. Harlis, yang mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap sesama.
Halaman Selanjutnya
“Stop bullying. Jika ingin seperti orang lain, belajarlah dari mereka, bukan menjatuhkan mereka," lanjutnya.

4 days ago
4



























