Jakarta, VIVA – Fenomena child grooming atau manipulasi terhadap anak untuk tujuan eksploitasi seksual kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital. Menurut Dr. dr. Ariani, M.Kes., Sp.A., Subsp. T.K P.S (K) dari Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), praktik ini kerap luput dari perhatian karena dilakukan secara halus, bertahap, dan menyamar sebagai hubungan yang tampak “normal” atau penuh kepedulian.
Berbeda dengan kekerasan fisik yang mudah dikenali, grooming bekerja secara perlahan dan terencana. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan pengawasan serta ketidaktahuan anak, sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada 2025 mencatat sebanyak 1.926 korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang dilindungi, dengan mayoritas merupakan anak. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mengenali tanda-tanda awal child grooming.
Berikut ciri-ciri anak yang menjadi korban grooming yang patut diwaspadai:
1. Perubahan Perilaku yang Drastis
Anak yang mengalami grooming sering menunjukkan perubahan sikap secara tiba-tiba. Mereka bisa menjadi lebih tertutup, cemas, bahkan terlihat tertekan tanpa alasan yang jelas. Selain itu, anak mulai menyimpan rahasia, terutama terkait aktivitas online atau penggunaan gawai.
2. Ketertarikan pada Sosok yang Lebih Tua
Salah satu tanda yang sering muncul adalah anak banyak membicarakan orang dewasa atau individu yang jauh lebih tua. Mereka juga cenderung ingin menghabiskan waktu berdua atau bahkan menjalin hubungan yang tidak sesuai usia.
3. Perilaku Seksual yang Tidak Sesuai Usia
Anak dapat menunjukkan pemahaman atau perilaku seksual yang tidak wajar untuk usianya. Hal ini menjadi sinyal penting karena biasanya dipengaruhi oleh interaksi yang tidak sehat dengan pelaku.
4. Ketergantungan pada Orang Tertentu
Korban grooming sering kali menjadi sangat bergantung secara emosional pada pelaku. Mereka merasa hanya orang tersebut yang memahami atau peduli terhadap dirinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
5. Perubahan Emosional yang Signifikan
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan emosi, seperti mudah cemas, depresi, cepat marah, hingga perubahan suasana hati yang tidak stabil.
Halaman Selanjutnya
6. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

3 weeks ago
11



























