VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali memicu perdebatan besar di industri gim. Kali ini, sorotan tertuju pada salah satu judul paling dinanti di dunia, Grand Theft Auto VI, setelah klaim kontroversial dari Elon Musk tentang masa depan pengembangan gim.
Musk memicu diskusi luas setelah menyatakan bahwa teknologi AI generatif suatu hari nanti mampu menciptakan gim kompleks seperti GTA 6 hanya dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Update Bocoran Game GTA 6
DIkutip VIVA dari TheSundayGuardian Rabu, 22 April 2026, Ia bahkan membayangkan sistem “text-to-game” yang bisa menghasilkan pengalaman bermain secara otomatis sesuai preferensi pemain, tanpa proses desain tradisional.
Pernyataan tersebut langsung menyebar dan memancing reaksi dari berbagai kalangan industri, terutama karena GTA 6 dikenal sebagai proyek berskala besar dengan proses pengembangan bertahun-tahun.
Menanggapi hal itu, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan bantahan tegas. Dalam sebuah forum ekonomi global, ia menilai bahwa ide AI mampu menggantikan proses kreatif manusia dalam membuat gim seperti GTA 6 adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
Zelnick menekankan bahwa gim buatan Rockstar Games dibangun secara “handcrafted” atau dikerjakan secara detail oleh manusia mulai dari desain dunia, cerita, hingga interaksi pemain. Menurutnya, aspek tersebut tidak bisa direplikasi hanya dengan algoritma otomatis.
Tak hanya membantah, Zelnick juga melontarkan sindiran yang cukup tajam. Ia menyebut bahwa jika AI benar-benar mampu menggantikan pekerjaan manusia secara luas, maka figur seperti Musk seharusnya menjadi yang pertama terdampak.
Komentar ini sekaligus menyoroti skeptisisme Zelnick terhadap klaim berlebihan soal kemampuan AI. Ia mempertanyakan mengapa tokoh teknologi seperti Musk masih bekerja intensif jika AI sudah sedemikian canggih.
Meski kritis, Zelnick tidak sepenuhnya menolak AI. Ia mengakui bahwa teknologi ini dapat membantu mempercepat proses produksi, terutama untuk tugas-tugas teknis dan repetitif. Namun, ia menegaskan bahwa kreativitas, visi, dan kepemimpinan dalam pengembangan gim tetap menjadi domain manusia.
Menurutnya, kesuksesan gim besar tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada ide, storytelling, dan pengalaman emosional yang sulit ditiru mesin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, pengembangan GTA 6 sendiri masih mengikuti pendekatan tradisional. Gim ini dijadwalkan rilis pada November 2026 dan tetap mengandalkan proses produksi manual yang detail, bukan sistem generatif otomatis.
Halaman Selanjutnya
Perbedaan pandangan antara Musk dan Zelnick mencerminkan perdebatan yang lebih luas di industri teknologi dan hiburan. Di satu sisi, AI dianggap sebagai revolusi besar yang dapat mengubah cara konten dibuat. Di sisi lain, banyak pelaku industri percaya bahwa kreativitas manusia tetap tak tergantikan.

4 days ago
6



























