Heboh Wacana Hapus Regulasi U-23, Pelatih Bali United Ingatkan Risiko Besar untuk Pemain Muda

4 days ago 3

Selasa, 21 April 2026 - 19:00 WIB

VIVA – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menilai regulasi pemain U-23 di Super League masih sangat dibutuhkan. Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut memberikan ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan menit bermain, yang menjadi faktor krusial dalam proses pembentukan kualitas dan mental bertanding.

Menurutnya, tanpa regulasi yang mengatur keterlibatan pemain muda, kesempatan mereka untuk tampil akan semakin terbatas karena harus bersaing dengan pemain senior dan pemain asing yang lebih berpengalaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika Anda tidak ingin berinvestasi pada pemain muda, maka berhentilah mengelola akademi usia muda Anda,” kata Jansen kepada awak media.

Ia menjelaskan, pemain muda merupakan aset penting bagi klub maupun tim nasional. Regulasi U-23, kata dia, menjadi salah satu tahapan penting sebelum pemain menembus level senior.

Jansen juga menekankan bahwa setiap klub idealnya memiliki visi jangka panjang dalam membina pemain muda, termasuk melalui investasi di akademi dan pemberian kesempatan bermain di tim utama.

“Bali United harus tetap berinvestasi pada pemain muda, berinvestasi di akademi, dan membawa mereka ke tim utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Belanda itu mengakui bahwa performa pemain muda cenderung belum stabil. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak bisa dihindari.

Ia menilai bahwa inkonsistensi tersebut justru menjadi alasan pentingnya pemain muda mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan agar mampu berkembang secara maksimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemain muda itu performanya memang seperti ini. Kadang mereka bagus, kadang buruk. Namun pada akhir musim, Anda akan melihat proses yang baik,” kata Jansen.

Wacana penghapusan regulasi U-23 oleh PSSI sendiri memunculkan beragam tanggapan. Di satu sisi, langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan persaingan dan kualitas kompetisi. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran berkurangnya ruang bagi pemain muda untuk berkembang.

Kapten Dewa United, Ricky Kambuaya

Ricky Kambuaya Jadi Korban Rasisme Usai Laga Dewa United vs Persib Bandung

Pemain Dewa United, Ricky Kambuaya, menjadi korban serangan rasisme di media sosial usai laga melawan Persib Bandung pada pekan ke-28 Super League 2025/2026 di Banten Int

img_title

VIVA.co.id

21 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |