Hukum Percaya Kesialan dalam Islam, Benarkah Merasa Diri Sial Termasuk Syirik?

16 hours ago 4

loading...

Ajaran Islam tidak dikenal konsep seseorang atau sesuatu membawa kesialan, keyakinan seperti ini dikenal dengan istilah at-thiyarah atau at-tathayyur, yaitu menganggap adanya pertanda buruk atau merasa bernasib sial karena sesuatu. Foto ilustrasi/ist

Banyak orang masih percaya bahwa dirinya atau sesuatu di sekitarnya menjadi penyebab datangnya kesialan . Ada yang merasa dirinya selalu membawa malapetaka bagi orang lain, ada pula yang meyakini angka tertentu seperti angka 13 sebagai angka sial. Sebagian lagi menghubungkan kegagalan dengan hari, tempat, atau peristiwa tertentu.

Padahal, dalam ajaran Islam tidak dikenal konsep seseorang atau sesuatu membawa kesialan. Keyakinan seperti ini dikenal dengan istilah at-thiyarah atau at-tathayyur, yaitu menganggap adanya pertanda buruk atau merasa bernasib sial karena sesuatu. Para ulama menjelaskan bahwa keyakinan tersebut termasuk bentuk syirik ashghar (syirik kecil) karena dapat mengurangi kesempurnaan tauhid seorang Muslim.

Perbuatan syirik merupakan dosa yang paling besar apabila tidak disertai taubat sebelum meninggal dunia. Allah Ta'ala berfirman:

نَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ‌ ۚ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدِ افۡتَـرٰۤى اِثۡمًا عَظِيۡمًا‏

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS An-Nisa: 48).


Apa Itu At-Thiyarah?

Secara bahasa, at-thiyarah berasal dari ungkapan zajarath-thair yang berarti menerbangkan burung. Pada masa Arab Jahiliyah, orang-orang sering menggunakan arah terbang burung sebagai pertanda baik atau buruk sebelum melakukan suatu pekerjaan.

Dalam perkembangannya, makna thiyarah menjadi lebih luas, yakni meyakini adanya pertanda sial dari burung, binatang, angka, hari tertentu, seseorang, atau berbagai kejadian lainnya.

Baca juga: Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan bahwa thiyarah adalah perasaan bernasib buruk atau meramal datangnya musibah karena melihat burung, binatang, maupun hal-hal lain yang dianggap sebagai pertanda.

Al-Qur'an juga mengisahkan bagaimana kaum Nabi Musa 'alaihissalam menuduh beliau sebagai penyebab kesialan mereka. Allah Ta'ala berfirman:

"Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, 'Itu adalah karena usaha kami.' Tetapi apabila mereka ditimpa kesusahan, mereka menganggapnya sebagai kesialan yang disebabkan oleh Musa dan orang-orang yang bersamanya." (QS Al-A'raf: 131).

Ayat ini menunjukkan bahwa mengaitkan musibah dengan seseorang atau sesuatu tanpa dasar merupakan kebiasaan orang-orang yang menyimpang dari petunjuk Allah.

Semua Telah Ditetapkan Allah

Islam mengajarkan bahwa seluruh manfaat maupun mudarat hanya terjadi dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan manfaat atau bahaya di luar kehendak-Nya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |