Jakarta, VIVA – IHSG dibuka melemah 40 poin atau 0,56 persen di level 7.238 pada pembukaan perdagangan Kamis, 9 April 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal rebound pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi kembali melanjutkan penguatan hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 9 April 2026.
Ilustrasi papan IHSG.
Photo :
- VIVA/Muhamad Solihin
Dia mengatakan, Bursa Asia kompak menghijau pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,4 persen, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 3,1 persen, indeks Taiex Taiwan naik 4,6 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan melesat 6,9 persen.
Sementara itu, indeks ASX 200 Australia bertambah 2,6 persen dan CSI 300 naik 3,5 persen. Sedangkan, FTSE Straits Times menguat 0,77 persen dan FTSE Malay KLCI naik 1,66 persen.
Penguatan tersebut terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan serangan yang direncanakan terhadap infrastruktur Iran selama dua minggu.
Langkah tersebut "tergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN di Selat Hormuz," tulis Trump di Truth Social.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di X atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengatakan, angkatan bersenjata Teheran akan "menghentikan operasi pertahanan mereka."
Araghchi mengatakan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran selama dua minggu mendatang.
"Support IHSG berada di level 7.050-7.100 sementara resist IHSG di rentang 7.300-7.400," ujarnya," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kompak naik pada perdagangan Rabu kemarin. Penguatan tersebut didorong meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS, Donald Trump, memutuskan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kebijakan tersebut menghentikan sementara konflik yang telah berlangsung lima pekan dan sempat mengganggu jalur penting pasokan energi global. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,85 persen, S&P 500 menguat 2,51 persen, dan Nasdaq Composite melesat 2,80 persen.
Di sisi komoditas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 16 persen ke level US$94,41/bbl, sedangkan harga minyak Brent turun sekitar 13 persen ke US$94,75/bbl.
Bursa Asia Bergejolak Setelah Iran Klaim AS Langgar Kesepakatan Ketegangan Gencatan Senjata
Bursa saham Asia-Pasifik dibuka beragam pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. Pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru terkait kesepakatan gencatan senjata.
VIVA.co.id
9 April 2026

2 weeks ago
10



























