Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 41 poin atau 0,56 persen di level 7.541 pada pembukaan perdagangan Selasa, 14 April 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi mencoba melanjutkan kenaikan ke 7.600. Tapi hati-hati, karena jika gagal break di 7.600, IHSG akan terkoreksi dulu," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 14 April 2026.
Dia mengatakan, Bursa Asia-Pasifik bervariasi dengan mayoritas turun pada perdagangan Senin kemarin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor setelah AS bergerak menuju blokade pelabuhan Iran menyusul gagalnya negosiasi damai dengan Teheran.
Kebuntuan pembicaraan yang berlangsung di Islamabad pada akhir pekan, memicu kembali kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Hal ini mendorong lonjakan harga minyak dan berpotensi menekan perekonomian global. Harga minyak mentah melonjak tajam setelah pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan, dan AS mengambil langkah menuju blokade lalu lintas pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan juga mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran, menurut laporan media. Sebelumnya, Trump menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan syarat Iran membuka akses pelayaran di Selat Hormuz.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,74 persen. Topix melemah 0,45 persen, Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,86 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,39 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,90 persen. Sedangkan, CSI 300 China naik 0,21 persen dan Kosdaq menguat 0,57 persen.
"Support IHSG berada di level 7.400-7.450 sementara resist IHSG di rentang 7.560-7.600," ujarnya," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin, didorong optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indeks S&P 500 naik 1,02 persen, Nasdaq Composite menguat 1,23 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,63 persen. Sementara itu, saham Oracle melonjak hampir 13 persen, dan Palantir Technologies naik lebih dari 3 persen.
Sentimen positif lainnya yakni setelah Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan adanya sinyal dari pihak lawan untuk kembali membuka peluang kesepakatan. “Kami telah dihubungi oleh pihak seberang. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Wapres AS Sebut Iran Lakukan 'Terorisme Ekonomi' di Selat Hormuz
Wakil Presiden AS, JD Vance menuduh Iran melakukan ‘terorisme ekonomi’ dengan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dia ingatkan Iran tentang konsekuensinya
VIVA.co.id
14 April 2026

1 week ago
10



























