Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 101 poin atau 1,43 persen di level 7.149 pada pembukaan perdagangan Rabu, 1 April 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi menguat hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 1 April 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Dia mengatakan, pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan Selasa kemarin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah yang belum mereda.
Di sisi lain, presiden AS, Donald Trump, kembali meningkatkan ancaman terhadap Iran. Dia menyatakan bahwa AS akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik, sumur minyak, hingga Pulau Kharg, jika Selat Hormuz tetap ditutup dan tidak ada kesepakatan damai.
Pernyataan tersebut muncul ketika konflik Iran telah memasuki pekan kelima. Bahkan, pemerintah AS disebut tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan darat untuk menguasai Pulau Kharg, yang menjadi jalur utama ekspor minyak Iran.
Akibat konflik tersebut, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz--yang sebelumnya menjadi jalur sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia--hampir terhenti sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,6 persen dan Topix melemah 1,3 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 4,3 persen dan Kosdaq menurun 4,9 persen.
Hang Seng Hong Kong naik 0,15 persen, ASX 200 Australia naik 0,25 persen, sedangkan Taiex Taiwan melemah 2,45 persen.
"Support IHSG berada di level 6.950-7.000 sementara resist IHSG di rentang 7.150-7.300," ujarnya," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik signifikan pada perdagangan Selasa kemarin, didorong optimisme pasar bahwa konflik antara AS dan Iran berpotensi segera berakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 2,49 persen, S&P 500 meningkat 2,91 perse, dan Nasdaq Composite melonjak 3,83 persen. Kenaikan dipicu laporan yang menyebutkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terbuka untuk mengakhiri perang dengan sejumlah syarat, termasuk jaminan internasional.
Sentimen positif juga datang dari laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, bersedia menghentikan aksi militer di Timur Tengah, meskipun Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka.
Bursa Asia Pulih Usai Trump Klaim Perang Akan Berakhir, Indeks Kospi Korsel Pimpin Penguatan Global
Bursa saham Asia-Pasifik bangkit pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Penguatan didorong pernyataan Presiden AS, Donald Trump, memicu harapan bahwa konflik akan berakhir.
VIVA.co.id
1 April 2026

3 weeks ago
8



























