IHSG Menghijau Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Lesu Imbas Gagalnya Gencatan Senjata Iran-AS

2 weeks ago 8

Jumat, 10 April 2026 - 09:04 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 38 poin atau 0,53 persen di level 7.346 pada pembukaan perdagangan Jumat, 10 April 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal terkoreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi terkoreksi hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 10 April 2026.

Dia mengatakan, Bursa Asia bervariasi dengan mayoritas melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,73 persen. Sementara indeks Hang Seng melemah 0,54 persen, dan indeks Taiex Taiwan menguat 0,29 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,61 persen, indeks ASX 200 Australia naik 0,24 persen, FTSE Straits Times melemah 0,38 persen, dan FTSE Malay KLCI melemah 0,59 persen.

Keberagaman tersebut setelah Ketua Parlemen Iran menuduh AS melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata dua minggu.

Di sisi lain, Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu kemarin, dan mengancam gencatan senjata yang baru saja disepakati dengan AS. Penutupan tersebut terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan. Otoritas Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait penutupan kembali Selat Hormuz. 

Sementara itu, Gedung Putih menuntut agar selat Hormuz segera dibuka dan menegaskan ingin menjaga jalannya pembicaraan damai tetap sesuai rencana.

"Support IHSG berada di level 7.250-7.300 sementara resist IHSG di rentang 7.330-7.400," ujarnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan terjadi seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran dapat bertahan.

Indeks S&P 500 naik 0,62 persen, Nasdaq Composite menguat 0,83 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,58 persen. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 3 persen (US$ 97,87/bbl). Sementara itu, harga minyak Brent menguat lebih dari 1 persen (US$ 95,92/bbl).

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi

Iran Peringatkan Trump: Netanyahu Bisa Gagalkan Perundingan dan Hancurkan Perekonomian AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membiarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengganggu upaya diplomasi

img_title

VIVA.co.id

10 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |