Jumat, 17 April 2026 - 20:00 WIB
VIVA –Serangan gabungan Amerika Serikat dengan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu ternyata berdampak pada persediaan senjata AS. Menyusul dengan persediaan senjata yang berkurang, AS dilaporkan menunda pengiriman senjata kepada sekutu mereka di Eropa. Penundaan ini juga telah diinformasikan kepada sekutu AS di Eropa.
Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip tiga sumber pada Kamis kemarin, kebijakan penundaan pengiriman senjata ini akan berdampak pada beberapa negara di Eropa termasuk di kawasan Baltik dan Skandinavia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman presstv.ir, Jumat 17 April 2026, sebagian pengiriman yang tertunda tersebut mencakup senjata yang dibeli negara-negara Eropa melalui program Foreign Military Sales (FMS), yaitu skema pembelian senjata antar pemerintah. Menyusul dengan kabar ini baik Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, dan Pentagon menolak memberikan komentarnya.
Perang agresi AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari disebut telah menghabiskan sumber daya militer Amerika secara signifikan, termasuk amunisi berpemandu presisi dan berbagai pasokan penting lainnya.
Sebelumnya, surat kabar Jepang Asahi Shimbun melaporkan bahwa Menteri Perang AS Pete Hegseth telah memberi tahu Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi bulan lalu mengenai kemungkinan keterlambatan pengiriman rudal Tomahawk.
AS sendiri telah menghadapi kekurangan persenjataan selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah perang Rusia-Ukraina pada 2022, konflik di Gaza pada 2023, serta dua aksi agresi terhadap Iran termasuk perang 12 hari pada 2025 dan konflik 40 hari pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kekurangan tersebut bahkan membuat Pentagon harus melibatkan pabrik sipil untuk memproduksi amunisi.
Mengutip sejumlah sumber militer yang tidak disebutkan namanya, Wall Street Journal pada Rabu melaporkan bahwa pejabat militer senior AS telah melakukan pembicaraan dengan para eksekutif puncak dari beberapa produsen otomotif besar, termasuk General Motors dan Ford, untuk memproduksi senjata dan perlengkapan militer lainnya.
Meroket US$33,47, Harga Minyak Mentah RI Tembus US$102,26 Per Barel di Maret 2026
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 sebesar US$102,26 per barel, naik US$33,47 per barel dibandingkan Februari 2026.
VIVA.co.id
17 April 2026

1 week ago
4



























