Jakarta, VIVA – Kabar bahagia datang dari keluarga besar mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Putri bungsunya, Inayah Wahid, akhirnya resmi melepas masa lajang dengan menikahi sosok yang tak kalah menarik perhatian, Muhammad Shalahuddin yang akrab disapa Lora Mamak.
Pernikahan keduanya memang sempat luput dari sorotan publik. Akad disebut telah berlangsung sejak 22 Januari 2025 di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Namun, kabar bahagia ini baru benar-benar terungkap ke publik melalui unggahan di media sosial, membuat banyak orang terkejut sekaligus ikut berbahagia. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menariknya, kisah cinta Inayah dan Muhammad Shalahuddin ternyata telah dimulai sejak 2021. Kala itu, keduanya dipertemukan dalam suasana santai bersama kerabat dekat. Momen tersebut bahkan sempat diabadikan dalam Instagram Story oleh salah satu kerabat mereka.
"Semoga niat silaturahim ini bisa segera mewujud (Ra Wazin & Teh Imas). dan tambahannya semoga para penyandang predikat single di foto ini bisa segera menjadi couple dadee indari cari jodoh menggunakan google maps, ya kan Ning @inayawahid?" tulis Muhammad Dawan, yang mengungkap pertemuan pertama Inayah dan Salahuddin, dikutip Rabu 8 April 2026.
"Ada doa terselip, semoga para single bisa menjadi Couple," lanjutnya.
Hubungan keduanya berkembang hingga akhirnya berlabuh ke jenjang pernikahan. Bahkan, resepsi pernikahan mereka kembali digelar pada Minggu, 5 April 2026 di lingkungan pesantren di Sumenep, Jawa Timur—wilayah yang sangat lekat dengan latar belakang sang mempelai pria.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sosok Muhammad Shalahuddin sendiri bukan figur biasa. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah di Lubangsa, Sumenep—salah satu pesantren besar yang memiliki sejarah panjang di Madura. Gelar “Lora” yang disandangnya menandakan statusnya sebagai putra kiai dengan posisi terhormat di lingkungan pesantren.
Ia merupakan putra dari KH Warits Ilyas, tokoh penting yang juga mengasuh Pondok Pesantren Annuqayah di Guluk-guluk. Tak hanya kuat dalam tradisi keilmuan pesantren, latar pendidikan Shalahuddin juga terbilang mentereng. Ia merupakan alumni Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir, lalu melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia dengan fokus pada Bahasa Arab.
Halaman Selanjutnya
Kemampuannya pun semakin lengkap dengan penguasaan berbagai bahasa asing seperti Inggris, Arab, hingga Prancis. Selain aktif di dunia pendidikan, ia juga terlibat dalam organisasi Nahdlatul Ulama di wilayah Sumenep serta sempat mencicipi dunia politik sebagai calon bupati pada Pilkada 2020.

2 weeks ago
11



























