Ini Standar Keselamatan Baru yang Bikin Kendaraan Listrik Aman dari Risiko Kebakaran

2 hours ago 1

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia, satu isu terus membayangi kepercayaan publikrisiko kebakaran baterai dan instalasi pengisian daya di rumah.

Kekhawatiran ini kerap viral di ruang publik, meski sebagian besar tidak berangkat dari fakta teknis, melainkan dari mitos dan misinformasi yang terus berulang tanpa klarifikasi yang memadai.

Ilustrasi Mobil Listrik

Photo :

  • freepik.com/frimufilms

Padahal, dalam transisi energi, persepsi publik sama pentingnya dengan kesiapan teknologi. Ketika rasa aman tidak terbangun, inovasi secanggih apa pun akan sulit diterima masyarakat.

Dalam Survei Global EV Alliance (GEVA) 2025 yang dirilis pada November 2025 mengungkap fakta mengejutkan. Dari 26.071 pengemudi kendaraan listrik di 30 negara, sebanyak 77 persen responden menilai hambatan terbesar adopsi EV bukan harga atau teknologi, melainkan mitos, termasuk ketakutan akan kebakaran.

Data ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada kendaraan listrik itu sendiri, melainkan kurangnya informasi yang akurat dan sistem keselamatan yang terkomunikasikan dengan baik.

Menariknya, survei tersebut juga menunjukkan bahwa suara pengguna jauh lebih dipercaya dibanding kampanye formal pemerintah. Pengemudi EV yang sudah merasakan langsung penggunaan sehari-hari cenderung tidak lagi percaya mitos dan justru menjadi sumber edukasi paling kredibel.

Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) bertajuk “Zero Emission and Zero Accident” yang digelar pada 24 Januari 2026 di Museum Listrik Energi Baru, TMII.

Acara ini menjadi ruang edukasi terbuka, tempat pengguna berbagi pengalaman nyata, sekaligus forum diskusi keselamatan kendaraan listrik berbasis data dan praktik lapangan.

Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang cara mencegah dan menangani kebakaran mobil listrik yang memerlukan penanganan khusus terlepas berbagai aspek penyebabnya.

Ketua Umum KOLEKSI Arwani Hidayat

Photo :

  • VIVA/Muhammad Thoifur

"Secara teknis, risiko memang ada, terutama Instalasi home charging yang tidak sesuai standar. Namun risiko tersebut bisa dicegah, dikendalikan, dan diminimalkan jika didukung oleh standar keselamatan yang jelas dan sistematis,” kata Arwani, dikutip VIVA Sabtu, 24 Januari 2025.

Jika Indonesia ingin mempercepat adopsi kendaraan listrik, maka negara juga harus memimpin dalam menjamin keselamatan dan meluruskan misinformasi.

Halaman Selanjutnya

Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang membangun kepercayaan publik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |