Kamis, 9 April 2026 - 10:00 WIB
VIVA –Mantan kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mohamed ElBaradei menegaskan peringatan keras terkait niat rezim Israel yang ingin sepenuhnya menghancurkan peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
“Hal paling penting yang akan dilakukan Israel dengan segala cara adalah menghilangkan setiap kesempatan untuk perdamaian antara Iran dan Amerika,” tulisnya di akun X pada Rabu waktu setempat dikutip dari laman presstv.ir, Kamis 9 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menambahkan, rezim tersebut juga akan berusaha menggagalkan kemungkinan terjalinnya hubungan baik antara negara-negara pesisir Teluk Persia dan Republik Islam dengan semangat yang sama.
Upaya anti-perdamaian dari pihak rezim, menurut ElBaradei, justru akan mengakibatkan marginalisasi Israel di kawasan ini dan menyoroti kebijakan pendudukan, pemukiman, dan pembersihan etnis yang dilakukannya, seperti yang sekarang kita lihat terjadi di Lebanon.
Pernyataan mantan kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) itu muncul setelah rezim Israel menewaskan ratusan orang di Lebanon, tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan persetujuannya terhadap jeda serangan AS ke Iran selama dua minggu.
Trump mengatakan bahwa proposal 10 poin yang diajukan Republik Islam Iran menjadi dasar yang bisa dijadikan negosiasi dan kerangka utama untuk pembicaraan ini.
Proposal tersebut menekankan pentingnya penghentian agresi di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, dan menetapkan bahwa Iran akan menghentikan serangan defensifnya jika agresor menghentikan tindakan kekerasan mereka di wilayah regional.
ElBaradei menegaskan, syarat utama untuk perdamaian di kawasan ini adalah Amerika menahan laju kekejaman Israel.
Namun, ia menyesalkan bahwa Washington sama sekali tidak bertindak tegas menghadapi serangan mematikan rezim Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
“Dan hasilnya jelas bagi semua orang: Lebih banyak pembunuhan dan kehancuran!,” kata dia.
Statement Israel
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya pada Rabu kemarin, Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa Israel mendukung keputusan Amerika Serikat untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak berlaku untuk Lebanon.
”Namun, gencatan senjata dua minggu itu tidak mencakup Lebanon,” tulis Netanyahu seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Rabu 8 April 2026.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan tersebut menyasar infrastruktur milik Hezbollah.

2 weeks ago
14



























