Iran Disebut Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Israel Serang Beirut

2 weeks ago 16

Kamis, 9 April 2026 - 05:00 WIB

VIVA –Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan pada Rabu, setelah bersama Israel menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Namun, situasi langsung memanas lagi. Di tengah kesepakatan itu, militer Israel justru melancarkan serangan ke beberapa area komersial dan perumahan padat penduduk di pusat Beirut pada Rabu sore waktu setempat tanpa peringatan. 

Akibat serangan ini, setidaknya 112 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka. Iran pun menilai langkah Israel ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan Presiden Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip AP News, Kamis 9 April 2026,Komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Jenderal Seyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa serangan ke Lebanon dianggap sama dengan menyerang Iran. Ia juga memperingatkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan balasan besar, meski belum menjelaskan detailnya.

Sementara itu, dari pihak Israel, Kepala Staf Militer Letjen Eyal Zamir menyatakan negaranya akan terus memanfaatkan setiap peluang untuk menghantam kelompok Hizbullah. Militer Israel bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Lebanon hanya dalam 10 menit pada Rabu disebut sebagai serangan terbesar sejak 1 Maret.

Diberitakan sebelumnya, Rabu 8 April 2026, Donald Trump mengumumkan soal gencatan senjata di media sosial Truth miliknya. Pengumuman ini disampaikan kurang dari dua jam sebelum batas waktu yang ia tetapkan sendiri, yakni pukul 20.00 waktu AS, untuk melancarkan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

Rencana serangan tersebut sebelumnya telah diperingatkan oleh para ahli hukum internasional, sejumlah pejabat dari berbagai negara, hingga Paus, sebagai tindakan yang berpotensi masuk kategori kejahatan perang.

Beberapa jam sebelumnya, Trump sempat menulis di Truth Social bahwa peradaban Iran akan hancur dalam semalam jika tidak terjadi kesepakatan.

 “Sebuah peradaban akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi,” tulis dia dikutip dari laman The Guardian, Rabu 8 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, pesawat pengebom B-52 dilaporkan sudah dalam perjalanan menuju Iran sebelum akhirnya kesepakatan gencatan senjata diumumkan.

Namun pada Selasa malam, Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut berhasil dimediasi oleh Pakistan. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, disebut meminta masa damai selama dua minggu agar proses diplomasi bisa berjalan dengan semestinya.

Halaman Selanjutnya

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa ia bersedia menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |