Iran Janji Balas Tindakan Penyitaan Kapal Touska di Laut Oman, Tuduh Marinir AS Teroris Bajak Laut

6 days ago 3

Senin, 20 April 2026 - 11:03 WIB

VIVA – Angkatan Bersenjata Iran menyebut Amerika Serikat telah melakukan tindakan agresi yang terang-terangan terhadap kapal dagang Iran di perairan Laut Oman, dengan mengerahkan marinir "terorisnya" ke dek kapal dan melumpuhkan sistem navigasinya.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada Minggu malam mengutuk operasi kriminal oleh Angkatan Laut AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Amerika Serikat sebagai agresor melanggar gencatan senjata dan melakukan pembajakan maritim dengan menembaki kapal dagang Iran di perairan Laut Oman dan mendaratkan sejumlah marinir terorisnya di dek kapal, melumpuhkan sistem navigasinya," kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari.

"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi pembajakan bersenjata dan pembalasan oleh tentara AS ini," tambahnya.

Pasukan AS melancarkan serangan tanpa provokasi terhadap kapal kontainer Iran, Touska, yang sedang berlayar dengan damai dari Tiongkok ke Iran melalui Teluk Oman.

Sebagai respons langsung, pasukan Iran membalas, menargetkan beberapa kapal militer Amerika di area tersebut dengan serangan drone.

Presiden AS Donald Trump membanggakan bahwa pasukan Amerika telah merebut kapal Iran tersebut, menyebut militer AS sebagai "kekuatan militer terbesar di dunia," yang kini sekali lagi terungkap sebagai bajak laut utama di perairan internasional.

Iran sebelumnya telah menyatakan akan membalas dengan tegas terhadap tindakan permusuhan apa pun dari Amerika Serikat.

Pada saat yang sama ketika Washington mengumumkan blokade angkatan laut ilegalnya terhadap Iran, Republik Islam telah sepenuhnya menutup Selat Hormuz. Kapal atau tanker apa pun yang mencoba melewati jalur air strategis tersebut tanpa izin Iran akan ditindak tegas oleh pasukan Iran.

Media Iran mengatakan tindakan kriminal terbaru oleh rezim AS sekali lagi membuktikan bahwa Washington tetap menjadi sumber utama terorisme dan ketidakstabilan di seluruh Asia Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran sepenuhnya siap untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya dan mengatakan tidak akan ragu untuk memberikan tanggapan yang menghancurkan terhadap setiap tindakan agresi atau pembajakan maritim.

Pada hari Jumat, Iran menyatakan Selat tersebut terbuka untuk pelayaran komersial, beberapa minggu setelah ditutup untuk kapal-kapal yang terkait dengan AS dan sekutunya menyusul peluncuran perang agresi tanpa provokasi terhadap Republik Islam pada 28 Februari.

Halaman Selanjutnya

Pada 7 April dan setelah 40 hari pertempuran sengit yang melanda seluruh wilayah, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu setelah menerima proposal sepuluh poin Iran sebagai dasar untuk negosiasi guna mengakhiri perang secara permanen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |