Iran Klaim Kemenangan Setelah Paksa AS Terima 10 Poin Tuntutan

2 weeks ago 8

Rabu, 8 April 2026 - 09:09 WIB

VIVA Iran mengumumkan kemenangan dengan menyebutkan "kekalahan bersejarah dan telak" bagi Amerika Serikat dan rezim Israel setelah 40 hari perang, setelah AS mengumumkan terpaksa menerima proposal 10 poin dari Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut.

Dilansir Press TV Iran, Rabu, 8 April 2026, dalam pernyataan yang ditujukan kepada "bangsa Iran yang mulia, agung, dan heroik," Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengatakan bahwa musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan dan sekarang "tidak melihat jalan keluar selain tunduk pada kehendak bangsa Iran yang agung dan Poros Perlawanan yang terhormat."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengumuman ini disampaikan pada hari ke-40 perang agresi AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan para komandan berpangkat tinggi pada 28 Februari.

"Iran telah meraih kemenangan besar dan telah memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima proposal 10 poinnya sendiri," bunyi pernyataan tersebut.

Presiden Donald Trump mengumumkan pada Selasa malam bahwa AS telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran menjelang batas waktu ultimatumnya ke Iran yang semakin dekat, mencegah apa yang sebelumnya gambarkan sebagai serangan yang akan menyebabkan kematian "seluruh peradaban."

"Alasan untuk melakukan hal itu adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah sangat jauh dalam mencapai Kesepakatan definitif mengenai Perdamaian Jangka Panjang dengan Iran, dan Perdamaian di Timur Tengah," tulis Trump di Truth Social dilansir Politico, Rabu, 8 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi."

Trump — yang mengatakan gencatan senjata tersebut bergantung pada pembukaan Selat Hormuz oleh Iran — menambahkan bahwa "hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran," tetapi ia mengatakan periode gencatan senjata dua minggu “akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.”

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi

Iran Setuju Gencatan Senjata, Tapi Ancam Serang Balik Jika AS Buat Kesalahan Kecil

Iran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Namun mereka siap merespons dengan kekuatan penuh jika terjadi kesalahan sekecil apapun

img_title

VIVA.co.id

8 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |