Selasa, 7 April 2026 - 15:35 WIB
VIVA – Pihak berwenang Iran berupaya meyakinkan penduduk negara itu tentang stabilitas jaringan listrik negara, di tengah ancaman AS-Israel yang terus-menerus untuk menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur energi negara itu jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada hari Selasa, 7 April 2026.
Ketidakpastian seputar perang dan apakah perang akan segera berakhir telah mendorong para pejabat Iran untuk fokus pada penguatan kapasitas sektor energi untuk menahan skenario apa pun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran juga telah memperingatkan AS tentang "tanggapan komprehensif dan tegas dengan konsekuensi bagi sektor energi dan ekonomi global" jika Presiden AS Donald Trump melakukan serangan apa pun, menurut pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada mitranya dari Prancis, Jean-Noel Barrot, pada Minggu malam.
Pada hari Minggu, Trump mengeluarkan pesan kasar kepada Iran untuk "membuka Selat Hormuz" pada hari Selasa, jika tidak mereka akan "hidup di Neraka" dan mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan negara itu.
Selat Hormuz, jalur air utama tempat seperlima minyak dunia melewatinya, telah ditutup secara efektif oleh Iran sejak awal perang sebagai tindakan balasan terhadap perang AS dan Israel. Iran juga telah menyerang beberapa kapal dagang di Selat tersebut.
Penutupan jalur air tersebut telah menyebabkan harga minyak meroket secara global, dan meningkatkan kekhawatiran global akan krisis energi yang akan datang.
Produksi Listrik Terbesar di Timur Tengah
Para pejabat sektor energi dan parlemen Iran menekankan bahwa jaringan listrik Teheran memiliki "ketahanan yang signifikan" berkat diversifikasi sumber produksinya dan distribusi pembangkit listrik yang luas di seluruh negeri.
Mereka juga menyoroti keberadaan jaringan listrik nasional yang saling terhubung yang memungkinkan manajemen krisis dan redistribusi daya jika terjadi kerusakan pada fasilitas tertentu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Reza Sepehvand, anggota komite energi parlemen Iran, mengatakan pada hari Senin, bahwa distribusi geografis pembangkit listrik yang luas, bersama dengan koneksinya ke jaringan listrik nasional terintegrasi, memberi pihak berwenang kemampuan untuk mengelola krisis secara lebih efektif.
Ia juga menekankan bahwa meskipun terjadi kerusakan pada sebagian kapasitas pembangkit listrik, negara tersebut tidak akan menghadapi pemadaman listrik total.
Halaman Selanjutnya
Iran memiliki salah satu sistem produksi listrik terbesar di Timur Tengah, yang sebagian besar bergantung pada pembangkit listrik tenaga termal, dengan jaringan luas pembangkit listrik dan saluran transmisi yang tersebar di seluruh wilayah negara yang luas.

2 weeks ago
8



























