Iran Murka usai Kapal Diserang AS, Ancam Konsekuensi Berbahaya

4 days ago 3

Selasa, 21 April 2026 - 13:00 WIB

VIVA –Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut, menyusul serangan terhadap kapal dagang Iran serta penahanan awak kapal dan keluarga mereka sebagai sandera. Menyusul dengan tindakan agresi AS itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut bisa memicu konsekuensi yang sangat berbahaya.

Dalam rilis Kemenlu Iran pada Selasa, 21 April 2026, pihaknya menekankan untuk membebaskan segera kapal Iran, pelaut, awak kapal serta keluarga mereka yang menjadi sandera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tindakan yang melibatkan intimidasi terhadap para pelaut, awak kapal, dan keluarga mereka ini merupakan perompakan di laut sekaligus aksi terorisme,” demikian keterangan resmi Kemenlu Iran seperti dikutip dari laman presstv.ir.

Menurut kementerian, insiden ini menjadi contoh lain dari pelanggaran nyata terhadap kesepahaman gencatan senjata tertanggal 8 April, sekaligus merupakan tindakan agresi terhadap Republik Islam Iran.

“Iran, sambil memperingatkan konsekuensi yang sangat berbahaya dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika ini, menegaskan kembali perlunya pembebasan segera kapal Iran, para pelaut, awak kapal, serta keluarga mereka,” lanjutnya.

Dalam keterangan resmi Kemenlu Iran, pihaknya juga akan menggunakan seluruh kemampuan mereka untuk membela kepentingan nasional dan keamanannya serta melindungi hak dan martabat rakyat Iran.  Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa AS bertanggung jawab sepenuhnya atas situasi di Timur Tengah yang semakin memanas.

Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat menyerang sebuah kapal niaga Iran di perairan Laut Oman, dengan menurunkan pasukan ke dek kapal dan melumpuhkan sistem navigasinya.

Sebagai respons cepat, pasukan Iran melakukan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah kapal militer Amerika di wilayah tersebut menggunakan drone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut pihak militer Iran, angkatan bersenjata Republik Islam siap mengambil tindakan tegas terhadap pasukan Amerika yang dianggap sebagai agresor. Namun, keberadaan sejumlah anggota keluarga awak kapal dan membuat mereka menghadapi keterbatasan tertentu.

Disebutkan pula, begitu keselamatan keluarga dan awak kapal telah terjamin, angkatan bersenjata Iran akan mengambil langkah yang diperlukan terhadap militer Amerika Serikat yang disebut sebagai pihak teroris.

Ilustrasi Donald Trump dan blokade AS terhadap Iran

Trump Ultimatum Iran: Negosiasi atau Hadapi Masalah Lebih Besar!

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memiliki keyakinan Iran bersedia bernegosiasi. Di satu sisi, Trump juga mengancam Iran akan menghadapi masalah besar jika tak mau

img_title

VIVA.co.id

21 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |