Senin, 27 Juli 2026 - 10:09 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan Ukraina terhadap kapal dagang Iran yang menewaskan seorang pelaut, tidak dapat dibiarkan begitu saja.
Dia menyebut serangan itu sebagai pelanggaran Piagam PBB yang terang-terangan, mengeklaim bahwa serangan itu dilakukan "atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"(Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskyy telah menyerang kapal dagang Iran, menewaskan seorang pelaut," kata Araghchi di akun X, dikutip dari Anadolu, Senin, 27 Juli 2026.
Araghchi mengatakan bahwa dia menyampaikan posisi Iran selama panggilan telepon terpisah dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Pada Sabtu (25/7), Iran memanggil kuasa usaha Ukraina terkait klaimnya tentang serangan militer Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan satu pelaut dan melukai pelaut lainnya.
Pada hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan di X bahwa Ukraina telah mencapai "hasil yang sangat kuat" dengan serangan jarak jauh di Laut Kaspia, termasuk terhadap "kapal-kapal yang digunakan dalam pengiriman kargo militer yang melibatkan Iran, serta sebuah kapal perang." (Ant)
Trump Peringatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bantu Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk
Trump mengatakan keyakinannya didasarkan pada komitmen yang disampaikan langsung Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral mereka di Beijing beberapa waktu lalu
VIVA.co.id
27 Juli 2026

1 week ago
13


















