Kamis, 2 April 2026 - 11:18 WIB
VIVA –Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan menyerang sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.
Selasa, IRGC memperingatkan bahwa 18 perusahaan teknologi akan dianggap sebagai target sah” sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, satu perusahaan Amerika akan dihancurkan,” pernyataan resmi IRGC di kanal Telegram seperti dikutip dari laman CNBC Internasional, Kamis 2 April 2026
IRGC juga menyatakan bahwa serangan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut akan dimulai pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu, 1 April atau sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam unggahan itu, para karyawan perusahaan terkait diminta segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan mereka.
Daftar perusahaan yang disebut mencakup Cisco, HP, Intel, Oracle, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, serta perusahaan kecerdasan buatan asal Uni Emirat Arab, G42.
“Keselamatan dan kesejahteraan tim kami adalah prioritas utama. Kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mendukung karyawan serta fasilitas kami di Timur Tengah, dan terus memantau situasi secara aktif,” kata seorang juru bicara Intel mengatakan kepada CNBC.
Sementara itu, CEO perusahaan manajemen risiko Healix, James Henderson menilai meningkatnya ancaman terhadap perusahaan teknologi bukan sekadar kejadian sesaat, melainkan pola yang berkelanjutan.
“Aset teknologi kini dianggap sebagai bagian dari konflik, bukan lagi sekadar pihak di luar konflik. Ini juga menunjukkan bahwa krisis di masa depan bisa saja menargetkan pusat data dan platform cloud, sama seperti target strategis tradisional,” kata dia.
Pada awal Maret, Iran dilaporkan menyerang pusat data AWS di Timur Tengah, yang menyebabkan gangguan pada sejumlah aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi AS memang semakin banyak menanamkan investasi di Timur Tengah, terutama untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan, karena kawasan ini menawarkan energi murah dan ketersediaan lahan.
Semua perusahaan yang disebut dalam unggahan Telegram tersebut telah dimintai tanggapan. Microsoft, Google, dan JPMorgan memilih untuk tidak berkomentar.
Halaman Selanjutnya
Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari memicu aksi balasan dari Iran di seluruh kawasan. Sejak konflik dimulai, lebih dari 3.000 drone dan rudal telah ditembakkan ke Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait, menurut data dari lembaga kajian Center for Strategic and International Studies.

3 weeks ago
8



























