Rabu, 1 April 2026 - 15:00 WIB
VIVA –Israel disebut tidak akan ikut terlibat dalam operasi darat yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Iran, demikian seperti dilaporkan oleh media Israel. Tindakan ini diambil Israel di tengah pertimbangan Washington untuk memperluas perannya dalam perang tersebut.
Channel 12 melaporkan pada hari Minggu bahwa jika Amerika Serikat melancarkan serangan darat, tentara Israel tidak akan turut serta di lapangan, hal ini menunjukkan bahwa Israel akan menyerahkan sepenuhnya operasi semacam itu kepada pasukan AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan ini muncul ketika perencanaan militer AS untuk kemungkinan operasi darat mendapat sorotan baru di Washington. Pentagon dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah opsi yang bisa mencakup serangan terbatas, sementara Gedung Putih belum secara terbuka mengonfirmasi apakah Presiden Donald Trump telah menyetujui langkah tersebut.
Di sisi lain, Iran merespons dengan ancaman terbuka terhadap setiap kemungkinan intervensi AS. Para pejabat Iran memperingatkan bahwa pasukan Amerika akan menghadapi serangan balasan yang menghancurkan jika mereka memasuki wilayah Iran. Salah satu laporan bahkan menyebutkan janji Teheran untuk membakar habis pasukan AS jika Washington benar-benar mengerahkan tentaranya ke darat.
“Perang Vietnam menunjukkan dengan jelas bagaimana perang udara bisa berubah menjadi perang darat,” ujar Profesor Ilmu Politik dari University of Chicago, Robert Pape, yang ahli dalam bidang keamanan dikutip dari laman Middle East Monitor, Rabu 1 April 2026.
Ia memperingatkan bahwa tanda-tanda serupa kini mulai terlihat dalam konflik Iran dan 10 hari ke depan akan sangat menentukan arah selanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan Channel 12 itu memicu reaksi keras di Amerika Serikat, terutama dari kelompok America First dan pihak-pihak yang menentang perang. Mereka menilai Washington sedang didorong menuju konflik darat yang mahal, sementara Israel menolak mengerahkan tentaranya sendiri ke dalam wilayah Iran. Kritik ini memperkuat anggapan bahwa pasukan AS diminta menanggung risiko perang yang sebagian didorong oleh Israel, tetapi tidak akan mereka jalani sendiri di medan darat.
Jika perang di Iran berjalan buruk bagi Washington, muncul kekhawatiran bahwa hal itu bisa mempercepat kemunduran kekuatan AS dan memperlihatkan batas dominasi militernya di kawasan tersebut. Dalam skenario seperti itu, Israel berisiko tidak lagi dipandang sebagai sekutu strategis, melainkan sebagai pihak utama yang mendorong konflik besar yang menyeret AS ke dalam perang mahal dan sulit dimenangkan. Bahkan, Israel bisa dilihat sebagai negara yang ikut mendorong kekuatan besar yang sudah mulai melemah ke dalam konflik yang semakin mempercepat penurunannya.
Akui Berkomunikasi dengan Utusan Khusus AS, Iran: Tak Ada Negosiasi
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa telah terjadi komunikasi dengan Amerika Serikat, baik secara langsung maupun melalui negara di kawasan
VIVA.co.id
1 April 2026

3 weeks ago
11



























