Kamis, 16 Juli 2026 - 06:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pasukan penjajah Israel merobohkan sebuah pabrik, bangunan pertanian, serta meratakan lahan di Kota Beit Ula, barat laut Hebron, Tepi Barat, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Dalam laporan kantor berita Palestina, WAFA, Wali Kota Beit Ula Mahmoud al-Sarrahin mengatakan bahwa pasukan Israel memasuki kawasan Al-Mikhd di bagian barat kota, dan merobohkan pabrik yang memproduksi serta mendekorasi besi dan dudukan panel surya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Anggota Komite Pemantauan dan Penguatan Ketahanan Warga Beit Ula Barat, Wael Abu Habtain "Farash" mengatakan, pabrik seluas lebih dari 800 meter persegi itu milik Ishaq Muhammad al-Atrash dan Rajai al-Amleh.
Tentara Israel menewaskan seorang remaja Palestina dan melukai dua orang lainnya dalam sebuah penggerebekan pada Minggu malam, 19 Januari 2025, di Tepi Barat.
Dia menambahkan, personel militer Israel itu juga merobohkan bangunan pertanian berukuran sekitar 20 meter persegi, milik Muhammad Khalid Sidr, Osama Farash, dan Ahmad Yusuf al-Amleh.
Selain itu, pasukan penjajah itu juga meratakan tembok batu serta lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang ditanami pohon zaitun dan tanaman lain di sekitar lokasi.
Warga setempat mengatakan mereka terkejut karena pembongkaran dilakukan tanpa memberi kesempatan untuk mengevakuasi peralatan, mesin, barak, barang, kantor, dan fasilitas lain di dalam pabrik. (Ant).
PM Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk Wilayahnya
PM Anwar Ibrahim menegaskan Malaysia tidak akan berkompromi dan akan mendeportasi atau mengusir setiap warga negara Israel yang terdeteksi memasuki wilayahnya.
VIVA.co.id
15 Juli 2026

2 hours ago
1











