Kamis, 16 Juli 2026 - 04:00 WIB
Jakarta, VIVA – Sebanyak 180 anggota parlemen Iran mendesak para pemimpin negara tersebut untuk mengumumkan pembatalan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat (AS).
Laporan Kantor Berita Fars menyebut, ratusan anggota parlemen Iran mengeluarkan pernyataan yang menyerukan tindakan balasan, pembatalan memorandum dengan AS, dan pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki negosiasi dengan AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Delegasi Iran: Menlu Iran dan Ketua Parlemen Iran tiba di Islamabad
Mereka juga menuntut pengesahan undang-undang mengenai pengelolaan Selat Hormuz, serta pemberian dukungan komprehensif kepada angkatan bersenjata Iran.
Pada 18 Juni 2026, AS dan Iran telah menandatangani sebuah nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Namun, pada 8 Juli 2026, pasukan AS kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu merupakan tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. (Ant).
Parlemen Iran Desak Pemerintah Batalkan Kesepakatan Damai dengan AS
Sebanyak 180 anggota parlemen Iran mendesak para pemimpin negara tersebut untuk mengumumkan pembatalan nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat (AS).
VIVA.co.id
15 Juli 2026

4 hours ago
1











