Jadi Modal Besar Bagi RI, Bos OJK: Total Aset Industri Keuangan Syariah Rp 3.100 Triliun

3 weeks ago 12

Kamis, 2 April 2026 - 14:11 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi alias Kiki melaporkan, dari aspek keuangan syariah, saat ini Indonesia berada di peringkat enam dari posisi sepuluh besar di dunia, untuk aspek bank syariah, asuransi syariah, sukuk, dan dana sosial. 

Sementara di tingkat nasional, Kiki memastikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan syariah juga terus mengalami pertumbuhan yang stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan di tengah isu dinamika geopolitik dan geokonomi global hari ini, total aset industri keuangan syariah Indonesia tercatat meningkat 8,61 persen secara year-on-year (yoy), menjadi sebesar Rp 3.100 triliun per Desember 2025.

"Dengan rincian total di aset perbankan syariah mencapai Rp 1.067 triliun, pasar modal syariah Rp 1.800 triliun, dan industri keuangan (syariah) non-bank sebesar Rp 188 triliun," kata Kiki di acara penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 di Gedung BI, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat melakukan Edukasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat, 9 Agustus 2024

Photo :

  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Dia menekankan bahwa hal itu tentunya turut didukung oleh stabilitas sektor jasa keuangan syariah yang tangguh, resilient, yang tercermin dari beberapa hal. Misalnya seperti dari aspek intermediasi perbankan syariah yang tumbuh positif, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,58 persen (yoy) menjadi Rp 705 triliun dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah sebesar 10,14 persen

"Kapitalisasi pasar di pasar modal (syariah) juga mencapai sebesar Rp 8.900 triliun atau naik 31,4 persen (yoy), serta nilai Asset Under Management (AUM) syariah yang juga terus meningkat diikuti oleh aset asuransi syariah, dan piutang pembiayaan syariah yang terus bertumbuh," ujarnya.

Kiki menambahkan, fondasi ekonomi dan keuangan syariah nasional yang sudah baik tersebut, tentunya juga menjadi fondasi yang kuat bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut tidak luput dari berbagai peluang yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, termasuk dari segi potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Antara lain yakni basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai dan gaya hidup syariah yang menimbulkan potensi minat terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang semakin tinggi.

"Tentunya potensi ini harus lebih bisa digarap lagi kedepannya. Dukungan pemerintah yang kalau kita melihat Bapak Presiden Prabowo, itu juga luar biasa bagi kebijakan syariah kita, serta juga dari kemajuan teknologi dan proses digitalisasi," kata Kiki.

Halaman Selanjutnya

"Nah, hal-hal ini juga yang tentunya menjadi modalitas yang besar untuk kita sama-sama bisa mengembangkan ekonomi keuangan syariah secara nasional di Tanah Air," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |