Jakarta, VIVA - Perusahaan penyedia infrastruktur digital PT Indointernet Tbk (Indonet/EDGE) membukukan kinerja yang solid sepanjang 2025 dengan pendapatan bersih mencapai Rp842,1 miliar, didorong oleh permintaan yang terus meningkat terhadap infrastruktur digital berkualitas tinggi.
Indonet juga mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen pada bisnis jaringan dan peningkatan sebesar 48 persen pada segmen data center, mencerminkan momentum kuat dari permintaan enterprise, hyperscaler, dan kebutuhan berbasis cloud.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perseroan memperluas jaringan fiber, termasuk pembangunan jalur bawah tanah yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan industri Bekasi, Cibitung, dan Karawang. Indonet juga memperkuat konektivitas antar-data center di wilayah Jakarta.
Melalui entitas Digital Edge Indonesia, fasilitas EDGE1 saat ini telah terisi penuh. Sementara EDGE2 mencapai sekitar 70 persen kapasitas terkontrak hingga akhir 2025.
Selain itu, Indonet mengembangkan kampus data center hyperscale di kawasan industri GIIC dengan kapasitas awal 500 megawatt yang dapat ditingkatkan hingga 1 gigawatt.
“Ekspansi kami difokuskan pada pembangunan jaringan backbone yang padat dan andal, sekaligus memastikan platform data center kami siap mendukung kebutuhan hyperscale dan teknologi generasi berikutnya,” kata Kepala Eksekutif Indonet, Donauly Situmorang, Senin, 27 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ke depan, Indonet tetap berfokus memperkuat perannya sebagai penggerak utama dalam ekosistem digital Indonesia melalui investasi berkelanjutan pada konektivitas berkapasitas tinggi dan infrastruktur data center berstandar internasional.
Dengan kinerja 2025 yang kuat, pipeline ekspansi yang solid, serta arah strategis yang jelas, Indonet berada pada posisi yang tepat untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di masa depan.
Saham BNBR Meroket Usai Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung, Manajemen Buka Suara
Ardi menegaskan, kenaikan signifikan saham BNBR terjadi karena adanya mekanisme pasar & tidak bisa hanya didasarkan pada satu aspek semata, misalnya seperti akuisisi CCT
VIVA.co.id
17 Desember 2025

5 hours ago
2



























