Jaringan Internasional Perdagangan Komodo ke Thailand Dibongkar, 2 Orang Ditangkap

2 weeks ago 13

Kamis, 9 April 2026 - 10:59 WIB

Kupang, VIVA – Aparat kepolisian mengungkap jaringan internasional penyelundupan Komodo (Varanus Komodoensis) dari Manggarai Timur ke Thailand, setelah menangkap dua pelaku di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dilakukan berkat kerja sama antara Polda Jawa Timur dan Polres Manggarai Timur, NTT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus pencurian Komodo yang terjadi pada 2025,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus ini, kata Zacky, peran Polres Manggarai Timur hanya membackup Polda Jawa Timur saat mengamankan dua tersangka, yakni Ruslan dan Junaidin Yusuf yang diduga terlibat dalam penangkapan dan perdagangan komodo.

"Kedua tersangka diduga menjadi bagian dari rantai distribusi dalam jaringan perdagangan ilegal satwa yang melibatkan lintas daerah hingga luar negeri," ujarnya.

Ruslan ditangkap lebih dulu pada 29 Maret 2026 di Kampung Londang, Desa Nanga Baur, Kecamatan Sambi Rampas. Penangkapan dilakukan berdasarkan surat perintah dari Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian memburu pelaku lain, Junaidin Yusuf, yang sempat melarikan diri selama tiga hari sebelum akhirnya menyerahkan diri pada 3 April 2026.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kejahatan perdagangan satwa dilindungi, termasuk yang melibatkan jaringan internasional.

“Polda NTT berkomitmen untuk terus bersinergi dalam memberantas jaringan perdagangan satwa dilindungi hingga ke akar-akarnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perdagangan komodo sebagai satwa endemik Indonesia merupakan kejahatan serius karena mengancam kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan perdagangan ilegal satwa langka.

"Pengungkapan ini sekaligus mempertegas komitmen aparat dalam mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan satwa yang memanfaatkan jalur lintas daerah hingga internasional," tuturnya. (Ant)

Selat Hormuz, Iran

Tiga Pelaut Kapal Kargo Thailand Tewas usai Dihantam Rudal di Selat Hormuz

Tiga pelaut Thailand yang berada di kapal kargo Mayuree Naree meninggal dunia setelah kargo tersebut dihantam rudal di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026.

img_title

VIVA.co.id

9 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |