Jumat, 17 April 2026 - 16:40 WIB
VIVA –Menjelang perundingan putaran kedua dengan Iran, Amerika Serikat kembali melontarkan ancaman. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan bahwa militer Amerika Serikat siap menyerang pembangkit listrik dan sektor energi Iran jika mendapat perintah.
Hegseth juga mengingatkan Iran agar mengambil keputusan dengan bijak jelang negosiasi putaran kedua dengan AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami sedang mempersiapkan diri dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya, dan intelijen yang lebih baik. Kami sudah siap menargetkan infrastruktur vital yang memiliki fungsi ganda, pembangkit listrik yang tersisa, serta industri energi mereka. Tapi kami sebenarnya tidak ingin sampai harus melakukannya,” ujar Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon Kamis waktu setempat seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat 17 April 2026.
Sementara itu, Rabu kemarin pemerintahan Trump sudah menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran akan tercapai. Namun di satu sisi, AS juga memperingatkan Iran akan meningkatkan tekanan ekonomi jika negara menolak untuk sepakat.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan AS adalah blokade Iran sejak awal pekan ini. Militer AS dilaporkan memaksa 14 kapal untuk berbalik arah. Puluhan kapal perang dan pesawat militer, dengan sekitar 10.000 personel, dikerahkan untuk menegakkan blokade tersebut.
Trump berharap tekanan ini bisa memaksa Iran menerima syarat-syarat Amerika untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari oleh AS dan Israel. Salah satu syaratnya adalah pembukaan Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia. Trump juga menyebut hal itu sebagai bagian dari syarat gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan.
Perang ini sendiri telah menyebabkan gangguan terbesar dalam sejarah pasokan minyak dan gas global.
Sejumlah analis menilai Iran masih mampu bertahan meski ekspor minyaknya berhenti total hingga sekitar dua bulan, sebelum akhirnya harus mengurangi produksi.
Hegseth kembali menegaskan kepada pemerintah Iran bahwa blokade ini adalah cara yang paling sopan untuk menyelesaikan situasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
SIAP LANJUTKAN OPERASI MILITER
Sementara itu, terkait operasi militr di Timur Tengah, Kepala Komando Pusat AS (US Central Commad), Laksamana Brad Cooper mengatakan bahwa saat ini militer AS sedang menyesuaikan taktik dan prosedur, meski ia tidak membeberkan rinciannya.
Halaman Selanjutnya
Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Dan Caine, Ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS, menambahkan bahwa pasukan Amerika siap melanjutkan operasi tempur besar kapan saja, bahkan dalam hitungan detik.

1 week ago
4



























