John Herdman Wajib Baca! 5 Tantangan Besar Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Nomor 1 Langsung Bikin Tegang

1 week ago 12

Senin, 27 Juli 2026 - 10:12 WIB

VIVA – Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional bagi Timnas Indonesia. Di tangan pelatih anyar John Herdman, ajang ini menjadi panggung pembuktian bahwa skuad Garuda benar-benar siap naik level menuju persaingan sepak bola Asia.

Meski target jangka panjangnya adalah membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia, Herdman tetap memandang Piala AFF sebagai batu loncatan penting untuk membangun karakter tim. Namun, jalan yang harus dilalui tidak akan mudah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut lima tantangan besar yang menanti John Herdman di Piala AFF 2026.

1. Debut yang Langsung Diuji

Piala AFF 2026 menjadi turnamen kompetitif pertama John Herdman sejak ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari lalu.

Meski sudah memimpin Garuda dalam sejumlah laga uji coba dan FIFA Matchday, atmosfer turnamen resmi jelas berbeda. Tekanan suporter, ekspektasi publik, hingga tuntutan hasil instan menjadi ujian perdana bagi pelatih asal Inggris tersebut.

Indonesia akan membuka perjalanan di Grup A dengan menghadapi Kamboja, sebelum berduel melawan Timor Leste, Vietnam, dan Singapura.

2. Menumbangkan Sang Juara Bertahan

Jika ada satu lawan yang paling ditunggu sekaligus paling ditakuti, jawabannya adalah Vietnam.

Golden Star Warriors datang ke Piala AFF 2026 dengan status juara bertahan. Tim asuhan Kim Sang-sik juga semakin kuat setelah mendapat tambahan pemain naturalisasi dan menjalani hasil positif sepanjang persiapan turnamen.

Herdman bahkan secara terbuka mengakui kualitas Vietnam.

"Saya melihat Vietnam baru saja menaturalisasi tiga pemain asal Brasil. Mereka akan menjadi lawan yang sangat tangguh," ujar Herdman.

Duel Indonesia kontra Vietnam diprediksi menjadi laga penentu juara Grup A sekaligus ujian sesungguhnya bagi proyek baru Timnas Indonesia.

3. Menghadapi Rival yang Semakin Berkembang

Persaingan di Asia Tenggara kini tak lagi hanya milik Indonesia, Thailand, atau Vietnam.

Kamboja, misalnya, berkembang pesat lewat program naturalisasi dan sentuhan pelatih Jepang, Koji Gyotoku. Singapura juga tampil dengan wajah baru bersama Gavin Lee, sementara negara lain mulai memperkuat skuad mereka dengan pemain diaspora.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, tidak ada lagi pertandingan yang bisa dianggap mudah.

4. Mengubah Garuda dari Runner-up Menjadi Juara

Halaman Selanjutnya

Inilah tantangan terbesar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |