Jakarta, VIVA – Memasuki awal 2026, Judika kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat single terbarunya berjudul “Terpikat Pada Cinta”. Lagu ini tak sekadar menghadirkan warna musikal baru, tetapi juga mempertemukan musik populer dengan sastra Indonesia kontemporer melalui adaptasi puisi.
Diproduksi oleh Semesta Records bersama PT Dua Anak Deo, serta diproduseri oleh Rian Ekky Pradipta atau Rian D’Masiv dan Dawairama, “Terpikat Pada Cinta” menandai fase eksplorasi artistik baru dalam perjalanan karier Judika. Lebih dari itu, lagu ini menempatkan Melinda E. sebagai pusat cerita—seorang penulis muda yang puisinya kini hidup lewat balutan musik dan vokal emosional Judika. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Melinda E. dikenal sebagai penulis muda yang melahirkan karya dari perenungan personal, pengalaman batin, serta pencarian makna cinta dan kehidupan. Ia merupakan penulis buku kumpulan puisi Jelmaan Merpati, yang memotret cinta bukan semata romansa, melainkan ruang refleksi tentang luka, harapan, dan keteguhan hati.
Lirik “Terpikat Pada Cinta” diambil dan dikembangkan dari salah satu puisi dalam Jelmaan Merpati. Proses adaptasi ini menerjemahkan kata-kata yang awalnya hadir dalam sunyi halaman buku menjadi lagu, tanpa menghilangkan ruh sastra sebagai napas utamanya.
“Aku menulis tentang cinta apa adanya — tidak selalu indah, tapi jujur. Saat puisiku dibaca Kak Rian dan kemudian dipertemukan dengan suara Bang Judika, rasanya seperti puisinya menemukan rumah baru,” ungkap Melinda E. saat ditemui di Padel 5ive, Jakarta, baru-baru ini.
Bagi Melinda E., “Terpikat Pada Cinta” juga menjadi momen penting dalam perjalanannya sebagai penulis. Untuk pertama kalinya, karyanya dinyanyikan oleh penyanyi dengan jangkauan pendengar yang sangat luas.
“Sejak lama aku mengagumi suara Bang Judika. Ini seperti mimpi yang pelan-pelan menjadi nyata,” tambahnya.
Berbeda dari karya-karya Judika yang identik dengan pop ballad megah, “Terpikat Pada Cinta” hadir dengan nuansa folk yang lebih intim dan hangat. Rian Ekky Pradipta menjelaskan bahwa pilihan genre ini disengaja agar kekuatan lirik dan emosi cerita mendapat ruang utama.
Halaman Selanjutnya
“Puisi Melinda sangat jujur dan reflektif. Kami merasa pendekatan folk adalah medium yang paling tepat agar pesan lagunya sampai tanpa berlebihan,” jelas Rian. Ia menambahkan, proses workshop, penyesuaian nada dasar, hingga aransemen dilakukan secara detail untuk menjaga karakter vokal Judika sekaligus menghadirkan rasa baru.

2 hours ago
1














