VIVA – Menjelang bulan suci Ramadhan, pertanyaan tentang kapan awal puasa dimulai kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Setiap tahun, penetapan awal Ramadhan selalu dinantikan karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah puasa, tarawih, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memiliki mekanisme khusus untuk menentukan awal bulan hijriah penting, termasuk Ramadhan.
Proses penentuan ini dikenal dengan Sidang Isbat, forum resmi yang menggabungkan pendekatan ilmiah dan observasi langsung di lapangan. Melalui forum ini, pemerintah menetapkan awal Ramadhan berdasarkan data astronomi serta hasil pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Kementerian Agama dijadwalkan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama.
“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Tiga Tahapan Sidang Isbat
Dalam pelaksanaannya, Sidang Isbat memiliki beberapa tahapan penting sebelum keputusan diumumkan kepada publik. Ia mengatakan, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, dan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia.
"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujar Abu Rokhmad.
Kemenag menegaskan metode yang digunakan dalam penentuan awal Ramadhan adalah integrasi antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyah (pengamatan langsung hilal). Pendekatan ini juga sejalan dengan ketentuan keagamaan yang berlaku.
Abu Rokhmad mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadhan 1447 H nanti. Menurut dia, ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.
Lokasi Pemantauan Hilal
Selain forum sidang, pengamatan hilal juga dilakukan di berbagai titik strategis. Pemerintah menyiapkan tim ahli untuk memastikan proses rukyah berjalan optimal.
Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat menambahkan Kemenag akan mengirimkan sejumlah ahli ke lokasi atau titik rukyah yang potensial melihat hilal jelas, termasuk di lokasi atau tempat observasi bulan.
Halaman Selanjutnya
"Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal," kata Arsyad.

1 hour ago
1














